Kepolisian New York (NYPD) menyatakan Oscar Morel (35) tersangka utama pembunuhan Imam Masjid Al Furqon di Distrik Queens, bungkam ketika diinterogasi. Setali tiga uang, penelusuran tambahan motif pria Hispanik itu menembak mati tokoh muslim tak kunjung menunjukkan titik terang.
Robert Boyce selaku Kepala Unit Reserse dan Kriminal NYPD menyatakan tujuan Morel belum bisa ditebak. Polisi sudah menganalisis jejaring sosial dan data telepon seluler tersangka. “Namun sampai sekarang tidak ada informasi spesifik mengenai motifnya,” kata Boyce seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (18/8).
Ketika penyidik mewawancarai teman serta keluarganya di Distrik Brooklyn, mereka mengklaim Morel tidak punya alasan membunuh sang imam masjid. Adik kandung Morel, Alvin, mengakui kakaknya sempat membenci Islam setelah terjadi serangan teror 11 September 2001 di Amerika Serikat. Namun setelahnya, sang kakak terlihat baik-baik saja terhadap komunitas muslim.
Sang imam masjid Maulana Akonjee (55) dan anggota takmir masjid Thara Uddin (64) ditembak mati pekan lalu saat keluar dari masjid selepas salat zuhur. Morel berjalan dengan tenang, membuntuti mereka dari belakang, lalu menembak keduanya tepat di kepala.
Polisi tidak sengaja menangkap pelaku, setelah mobil Morel menabrak seorang pengendara sepeda. Ternyata pengemudi mobil GMC Trailblazer itu adalah sosok sangat mirip Morel seperti terekam dari CCTV. Polisi yakin Morel sudah merencanakan pembunuhan ini. Namun yang sampai sekarang belum diketahui adalah motifnya. Komunitas muslim New York meyakini tindakan pria 35 tahun itu dilatari kebencian terhadap agama tertentu.
Moreal didakwa berlapis atas pembunuhan berencana serta kepemilikan senjata ilegal. Dia terancam hukuman mati (mdk|dwk)






