Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Rabu, 28 September 2016 - 13:22 WIB

Proyek Drainase Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Viewer: 712
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

kompasnasional.com | SUBULUSSALAM

Tim Pansus DPRK Subulussalam turun langsung meninjau pelaksanaan pembangunan kawasan Drainase Jalan Hamzah Fhansuri (Tahap II) yang dibiayai Otsus Aceh TA 2016 sebesar Rp4.8 Milyar lebih.

Tampak hadir di lokasi Proyek Fazri Munthe selaku Kordinator Tim Pansus gabungan Komisi C dan D DPRK Subulussalam. Kemudian Dedi Bancin, H Ajo Irawan, Ansari Idrus Sambo, H Zainuddin dan turut didampingi langsung Kadis Pekerjaan Umum setempat Anasri ST beserta stafnya, Jumat (9/9/2016).

Di lapangan, Pansus menemukan sejumlah kelemahan bangunan fisik Drainase tersebut berupa campuran semen, pasangan batu, sistim pengawasan dan lantai drainase. Umumnya, mereka mengingatkan agar rekanan betul-betul mengerjakan proyek sesuai RAB atau gambar dan Dinas PU juga harus betul-betul mengoptimalkan sistim pengawasan.

Anggota Pansus Dedi Bancin menyoroti lantai Drainase. Menurutnya, lantai menjadi agak rawan dari kikisan air karena saat dilantai kondisinya belum benar-benar kering namun sudah dialirkan air.

Baca Juga  Kantor Badan Penyuluhan Pertanian Paloh Perlu Perhatian Pemerintah

“Dampaknya nanti lambat laun akan terjadi pengikisan dikala curah hujan tinggi. Mestinya dibiarkan dulu lantai kering betul, baru bisa dialiri air,” sebutnya.

Dia juga merasa prihatin melihat cara pemasangan batu Mortar di depan lapangan futsal yang terkesan asal dilengketkan saja.

“Semberono kali cara kerja mereka. Komposisi adukan kah yang kurang masak atau campuran semennya yang tidak maksimal? Ini harus mendapat pengawasan intensif dari PU agar kualitas proyek sesuai harapan. Efeknya masyarakat juga yang dirugikan sebagai penerima manfaat,” tutur Praktisi muda PKB ini.

Hal senada juga diutarakan, H Ajo Irawan, bahwa pasangan batu mortar pada Drainase ini terlihat dikerjakan sembarangan saja alias tidak rapi. Disana-sini terlihat pasangan batu yang satu dengan lainnya kurang span.

“Jangan karena mengejar progres kerja harus pula mengesampingkan kualitas, kuantitas dan kerapian pekerjaan. Disinilah peran pengawas,” tuturnya.

Baca Juga  24 Lembaga Negara Dihapus, Masih Ada 96 yang Dikaji untuk Dibubarkan24 Lembaga Negara Dihapus, Masih Ada 96 yang Dikaji untuk Dibubarkan

Kadis PU Anasri ST MT turut menanggapi sorotan Tim Pansus. Dia mengakui bahwa lantai Drainase dimaksud dibuat pasangan batu, namun jenisnya beda dan lebih kecil. Itu pakai batu mangga, kan nggak mungkin juga dipasangkan batu mortar. Memang saat cor lantai itu belum kering benar, baru tiga hari, kita tidak bisa hentikan jalan air, tidak mungkin itu,” ujarnya.

Terkait sikap arogansi yang dipertontonkan PPTK, Anasri berjanji akan melakukan tegoran.

“Atas nama Dinas PU, saya meminta maaf kepada rekan-rekan Pers. Sejak awal, saya sudah mengingatkan itu, dikala rapat interen, bila ada pertanyaan Pers agar diberikan jawaban seadanya. Jangan terkesan menghindar, apalagi mempersulit mereka mendapatkan keterangan,” tegas Anasri (Hasanuddin)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pasca Kenaikan BBM, Ini Yang Dilakukan Polsek Batang Lupar Polres Kapuas Hulu Untuk Warga Perbatasan 

Berita

Peringati Haornas ke-38, Wabup Tapsel Bacakan Amanat Menpora RI

Berita

Bupati Samosir Bupati Samosir Hadiri Mini Lokakarya di Puskesmas Palipi

Berita

TNI soal Kabasarnas Tersangka Suap: Kami Usut Lebih Dalam, Jangan Khawatir
Mengapa Shinta Bachir Lebih Mahal dari Tyas Mirasih & Amel Alvi?-kompasnasional

Arsip

Mengapa Shinta Bachir Lebih Mahal dari Tyas Mirasih & Amel Alvi?

Berita

Bukti Nyata TNI Bersama Rakyat, Babinsa Koramil Selakau Kompak Bangun Rumah Warga yang Kurang Mampu

Berita

Jelang Ramadhan Di Masa Pandemi, Unsur Forkopimda Ketapang Gandeng Tokoh Agama.

Berita

Gunting Pita Peresmian PT. Jogirama Batu Perkasa, Bupati Yakin dapat Memberikan Dampak Positif Bagi Perekonomian di Kabupaten Samosir