Home / Headline News / Nasional

Sabtu, 3 November 2018 - 11:39 WIB

Pesawat Boeing Jenis Baru, KNKT Mengaku Kesulitan Investigasi Penyebab Jatuhnya Lion Air

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Teluk Karawang pada Senin 29 Oktober 2019 (Dok. Basarnas)

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Teluk Karawang pada Senin 29 Oktober 2019 (Dok. Basarnas)

Viewer: 765
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 19 Detik

Kompasnasional, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku tak mengetahui soal seluk beluk Boeing 737 Max 8 yang digunakan Lion Air dalam penerbangan bernomor JT 610.

Oleh karenanya, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku kesulitan untuk ungkapkan penyebab jatuhnya Lion Air di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Budi Karya didampingi Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono melihat Black Box atau kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 di posko evakuasi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

“Jadi, ini pesawat jenis baru. Lalu, investigator kami belum pernah training,” ujar Soerjanto.

Untuk itu, kata dia, KNKT perlu meminta penjelasan kepada pihak Boeing tentang sistem yang ada di produk Boeing yang baru ini.

“Nanti setelah dari black box kami dapatkan nanti kita baca bagaimana sih sistem ini perbedaannya apa dengan Boeing yang lama. Karena basicnya kita ngerti dengan Boeing yang lama,” kata Soerjanto di kantornya, Jumat 2 November 2018.

Baca Juga  [VIDEO] Benci NKRI, Guru Pembakar Merah Putih Jadi Tersangka

KNKT, kata Soerjanto, akan mencari perbandingan apakah ada perbedaan yang signifikan dari Boeing 737 Max 8 yang dipakai Lion Air dengan jenis yang lama. Jika tidak ada, tentu proses investigasi tak terlalu sulit.

“Jadi, pertama kita kan filter dulu dengan sistem yang baru. Kemudian, bagaimana cara kerjanya apakah ada perbedaannya yang signifiikan dengan yang sebelumnya. Kalau sama, ya berarti logika kita prosedur kita masih bisa kita gunakan,” ujarnya.

Namun, kata dia, jika berbeda dengan Boeing yang terdahulu, maka pihaknya perlu belajar terlebih dulu guna mengerti sistem yang ada pada pesawat. Ia menyebut penyebab kecelakaan pesawat tidak hanya selalu perawatan yang tidak baik, tapi juga disebabkan karena manajemen training, pabrik serta desainnya.

“Kenapa kok ada keluhan seperti ini, bisa menjadikan reaksinya di pesawat seperti ini. Nah itu, nanti bukan hanya mencocokan data FDR dengan CVR, tapi juga dengan komunkasi, maintenance recordnya, dengan data desain dari pabrik,” pungkas Soerjanto.

Baca Juga  Cegah Covid-19, Dinkes Pematangsiantar Bagikan 400 Paket Berisi Masker dan Hand sanitizer

Harapan Para Pilot

Sementara, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan dukacita yang sangat mendalam atas jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610/PK-LQP, di Perairan Karawang, Jawa Barat.

“Semoga seluruh amal baik diterima dan mendapatkan tempat terbaik di Sisi Nya, Aamien,” kata Ketua IPI Rama Noya di Jalan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kata Rama, dengan ditemukan black box diharapkan segera tuntas apa penyebab dari kecelakaan pesawat itu.

“IPI menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah, TNI, Polri, Barnabas, KNKT, BPPT, dan unsur terkait yang bekerja tidak kenal lelah sehingga black box dari pesawat PK-LQP dapat ditemukan dalam waktu yang relatif cepat,” kata dia.

Selain itu, lanjut Rama, pihaknya berharap dengan adanya insiden ini pemerintah lebih peka akan keselamatan para penumpang dalam menggunakan transportasi.

“Ini juga masukan yang sangat berharga bagi Departemen Perhubungan Republik Indonesia, khususnya perhubungan udara untuk dapat meningkatkan Nasional Safety System yang saat ini sudah baik menjadi baik dan sempurna,” pungkas Rama.(lptan6com/aw)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Rudy dan Purnomo Layani Open House Lewat Video Call

Arsip

GU Diimbangi Persija, Ultrasmania Desak Liestiadi Mundur
Foto;Ket//Dari kiri ke kanan Vice Komite Gubernur Distrik 307 A2 Lions Club Indonesia Darmawan Yusuf, SH SE MPd MH, Vice President 2 Lion Agustina, Ketua Sitara Foundantion Adhe Manurung,Vice President 3 Lion Kosidin

Asahan

Virus Corona, RSUD HAMS Kisaran berterima kasih atas bantuan dari tim lions Club Golden Estate, Sitara Foundantion dan Gamki Asahan

Berita

Selundupkan Sabu Dalam Sepatu, TKI dari Malaysia Ditangkap di Nunukan

Berita

Anak Usaha PGN Operasikan Pembangkit Listrik di Tanjung Balai Karimun

Arsip

Mencari Solusi Derita Masyarakat Hibala

Berita

5 Kesaksian Kunci Johannes Marliem ke FBI yang Ungkap Peran Setnov

Arsip

3.000 Halaman Nota Pembelaan Jessica Dibuat Dalam Lima Hari