Viewer: 901
0 0

Home / Opini

Rabu, 4 November 2020 - 22:53 WIB

Pemikiran Soekarno tentang pendidikan nasional dianggap jauh melampaui zaman

Viewer: 902
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Kompasnasional | Pemikiran Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno, khususnya mengenai pendidikan nasional ternyata memiliki visi jauh dan dianggap melampaui zamannya. Hal itu tersebut disampaikan Rektor UNJ Komarudin, dalam seminar dengan tema Dari Rawamangun untuk Indonesia: Menapaki Jejak Pemikiran Sukarno tentang City of Intellect (Kota Mahasiswa).

Menurut dia, istilah kota mahasiswa, pada saat itu belum dikenal di era Sukarno. Istilah ini terlihat baru populer setelah Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

Baca Juga  Bukan Habib Rizieq, Sekum Muhammadiyah Duga Ada Big Power Manfaatkan FPI

“Uniknya ini baru muncul setelah 57 tahun peletakan Prasasti Sukarno di Kampus Rawamangun. Ini berarti pemikiran Sukarno 57 tahun lebih maju dibanding dengan perkembangan pemikiran masyarakat internasional,” kata Komarudin, Rabu (4/11/2020).

Atas dasar ini, pihaknya ingin memperkuat pengenalan kepada publik mengenai jejak pemikiran Sukarno tentang Kota Mahasiswa, terutama relevansinya terhadap UNJ, di mana akan melakukan riset mengenai peringkat kota mahasiswa untuk kampus di seluruh Indonesia.

“Pemenang Kota Mahasiswa ini akan mendapat penghargaan dari Ibu Megawati, yang Insya Allah akan diberikan pada 10 November. Jadi akan 6 hari lagi. Akan dirangkai sekalian dengan dialog kebangsaan,” jelas Komarudin.

Baca Juga  Kasus Penipuan, Anak Angkat Marzuki Alie Bakal Diperiksa Polisi

Senada, Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas, mengamini bahwa Sukarno mempunyai visi yang jauh ke depan, yang juga mencetuskan sistem pengelolaan kampus multi, bahkan memperkenalkan pusat keunggulan pada sejumlah kasus. “Prasasti Kota Mahasiswa memberi simbol agar universitas berperan sebagai pusat koordinasi kegiatan tri-dharma perguruan tinggi di sejumlah universitas di seluruh Indonesia,” jelas Abbas. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pakar Psikologi Forensik Duga Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri

Berita

Istri Pejabat alias Ibu-ibu PKK ‘Jalan-jalan’ ke Lombok, Kasus Mengendap di Kejari Tobasa ?

Opini

Pengamat Duga Ada Insentif dari Jokowi kepada Partai yang Tolak Revisi UU Pemilu Dilanjutkan
Foto

Berita

PBNU Larang Utusan Khusus AS Jessica Stern Kampanye LGBT di RI

Opini

CEK FAKTA: Dibilang Anti Islam, Manakah Lirik Lagu Balonku yang Benar?.

Opini

Bukan Lulusan Akpol, Kapolda Jateng Ahmad Luthfi Calon Kuat Kapolri?

Opini

Cak Nun Sebut Rizieq Shihab Bukan Habib, Ini Kata PA 212

Opini

Irmanputra Sidin: Pemda DKI Tak Berhak Somasi Ike Muti, Jokowi Harus Tegur Anies