Viewer: 803
0 0

Home / Kriminal

Senin, 27 Juli 2020 - 06:36 WIB

Kerap Berikan Uang Kembalian pada Pembeli di Warung, Istri Dihajar Suami hingga Meninggal

Viewer: 804
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 52 Detik

Kompasnasional | Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (26/7/2020).

Ansari (40) menganiaya istrinya Thayyibah (28) di kediamannya Jalan Cabe 1, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga meninggal dunia.

Diketahui, pasangan suami tersebut tinggal di warung kelontong yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyatno mengatakan, peristiwa ditengarai akibat sikap kesal sang suami saat mendapati Thayyibah kerap salah memberikan uang kembalian kepada pembeli di warung kelontongnya itu.

“Pelaku sering terjadi salah paham disaat istrinya dalam melayani pembeli sering kembalianya lebih. Karena merasa rugi pelaku ribut dan korban ditendang, dipukul oleh pelaku hingga merasa tidak tahan korban meninggal dunia,” kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (26/7/2020).

Kata Supiyanto, korban meninggal dunia akibat luka pukul yang diterimanya secara bertubi-tubi.

Baca Juga  Sebar Kartun Hina Islam, Penulis Ini Ditembak Mati di Pengadilan

Supiyanto menegaskan pelaku memukul Thayyibah tanpa menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.

“Pelaku memukul korban yang mengenai wajah, lengan, kaki, dan badan yang mengakibatkan korban luka memar-memar dan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Adapun saat ini pelaku telah diamankan pihak Sat Reskrim Polsek Pamulang guna penyidikan lebih lanjut.

Sementara, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna kepentingan autopsi oleh tim dokter forensik.

Diketahui, korban sedang hamil muda buah cinta dari hubungan mereka.

Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi oleh tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Mengenai hamil, kami belum tahu. Dari hasil autopsi nanti bisa diketahui,” kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (26/7/2020).

Supiyanto menjelaskan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu telah berlangsung selama beberapa hari belakangan.

Baca Juga  Polri Limpahkan Berkas Kasus Ujaran Kebencian Petinggi dan Anggota KAMI ke Kejaksaan

Hal itu didapati pihaknya usai mendapati keterangan dari beberapa saksi dan warga setempat.

“Berdasarkan keterangan empat saksi atau tetangga bahwa beberapa hari lalu korban menangis dalam beberapa malam dan diduga dianiaya suaminya,” katanya.

Menurut Kapolsek istrinya tersebut sering menangis meminta tolong karena dipukuli suaminya

Ia menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini.

Polisi juga tengah mencari sejumlah barang bukti.

“Ada 4 saksi yang kami mintai kekerangan. Mereka merupakan tetangga korban,” ucapnya.

Suami istri ini membuka usaha warung klontongan di rumahnya dan keduanya kerap kali bertikai hingga terdengar para tetangga.

“Diduga korban sudah sering menganiaya istrinya ini. Terdapat sejumlah luka lembam pada tubuh korban,” kata Supiyanto. (TB/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kriminal

Sebar Hoaks 1 Demonstran UU Ciptaker Tewas, Seorang Pria Ditangkap

Arsip

Ternyata Ini yang Menginspirasi Pelaku Bom Gereja Santo Yosep

Arsip

Ini Rekaman Roy Suryo yang Memfitnah Bonek

Kriminal

Mbak RRD Nekat Berbuat Dosa Saat Jam Besuk di Lapas Semarang

Berita

Dipicu Api Cemburu, IRT Dipukuli Suami Hingga Berdarah-darah

Arsip

Ini Alasan Polri Bawa Tiga Tersangka Kasus Teror Mapolda Sumut ke Jakarta

Kriminal

Polda Metro Tangkap Polisi Gadungan Berpangkat Kompol Pemeras PSK-Germo

Kriminal

Kepala Pecah, Dokter RL Ternyata Dipukul Pakai Kunci Inggris 9 Kali