Viewer: 843
0 0

Home / Kriminal

Senin, 27 Juli 2020 - 06:36 WIB

Kerap Berikan Uang Kembalian pada Pembeli di Warung, Istri Dihajar Suami hingga Meninggal

Viewer: 844
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 52 Detik

Kompasnasional | Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi di Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (26/7/2020).

Ansari (40) menganiaya istrinya Thayyibah (28) di kediamannya Jalan Cabe 1, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga meninggal dunia.

Diketahui, pasangan suami tersebut tinggal di warung kelontong yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyatno mengatakan, peristiwa ditengarai akibat sikap kesal sang suami saat mendapati Thayyibah kerap salah memberikan uang kembalian kepada pembeli di warung kelontongnya itu.

“Pelaku sering terjadi salah paham disaat istrinya dalam melayani pembeli sering kembalianya lebih. Karena merasa rugi pelaku ribut dan korban ditendang, dipukul oleh pelaku hingga merasa tidak tahan korban meninggal dunia,” kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (26/7/2020).

Kata Supiyanto, korban meninggal dunia akibat luka pukul yang diterimanya secara bertubi-tubi.

Baca Juga  Berdalih Mendidik, Seorang Ayah Pukul Anak dengan Palu dan Kunci Inggris

Supiyanto menegaskan pelaku memukul Thayyibah tanpa menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.

“Pelaku memukul korban yang mengenai wajah, lengan, kaki, dan badan yang mengakibatkan korban luka memar-memar dan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Adapun saat ini pelaku telah diamankan pihak Sat Reskrim Polsek Pamulang guna penyidikan lebih lanjut.

Sementara, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna kepentingan autopsi oleh tim dokter forensik.

Diketahui, korban sedang hamil muda buah cinta dari hubungan mereka.

Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi oleh tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Mengenai hamil, kami belum tahu. Dari hasil autopsi nanti bisa diketahui,” kata Supiyanto saat ditemui di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (26/7/2020).

Supiyanto menjelaskan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu telah berlangsung selama beberapa hari belakangan.

Baca Juga  Kapolres Belawan Berkilah Tidak Ada Terima Setoran Judi Berkedok Rumah Ibadah

Hal itu didapati pihaknya usai mendapati keterangan dari beberapa saksi dan warga setempat.

“Berdasarkan keterangan empat saksi atau tetangga bahwa beberapa hari lalu korban menangis dalam beberapa malam dan diduga dianiaya suaminya,” katanya.

Menurut Kapolsek istrinya tersebut sering menangis meminta tolong karena dipukuli suaminya

Ia menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini.

Polisi juga tengah mencari sejumlah barang bukti.

“Ada 4 saksi yang kami mintai kekerangan. Mereka merupakan tetangga korban,” ucapnya.

Suami istri ini membuka usaha warung klontongan di rumahnya dan keduanya kerap kali bertikai hingga terdengar para tetangga.

“Diduga korban sudah sering menganiaya istrinya ini. Terdapat sejumlah luka lembam pada tubuh korban,” kata Supiyanto. (TB/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ini Sanksi Pilot Heli Polri Angkut Pengantin Tanpa Izin

Arsip

Jaksa Penuntut Umum: “Kasus Yuyun, Pelaku Bisa Dihukum Mati”
Perampokan di rumah dinas walikota Blitar

Berita

Fakta-fakta Perampokan Wali Kota Blitar: Santoso Disekap Pakai Lakban

Kriminal

Perawat Cantik Dibunuh Oknum Dosen, Ternyata Ini Motifnya

Arsip

Sebut Jokowi Norak, Pemilik Akun Facebook Ini Jadi Buron Polisi

Arsip

Perayaan Ulang Tahun Jessica di Sel Tahanan Mengharukan
Foto Wakil Ketua DPRD Solok Lucky Effendi saat diamankan Polisi

Berita

Kala Wakil Rakyat Asal Demokrat di Solok Ditangkap Kasus Sabu

Berita

Fahri Hamzah Penuhi Panggilan Polda Metro Hari Ini