Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal / Reviews

Senin, 26 September 2016 - 11:01 WIB

Sebar Kartun Hina Islam, Penulis Ini Ditembak Mati di Pengadilan

Viewer: 564
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Penulis kondang asal Yordania Nahid Hattar hari ini tewas ditembak seorang pria bersenjata di depan gedung pengadilan.

Hattar rencananya akan menjalani sidang atas kasus menyebarkan gambar kartun yang dianggap menghina Islam.

Polisi dan kerabat mengatakan Hattar baru saja akan masuk ke gedung pengadilan ketika seorang pria menembaknya dari jarak dekat.

“Dia berdiri sekitar satu meter di depan Nahid di tangga menuju Mahkamah Agung,” ujar saksi kepada kantor berita the Associated Press, seperti dilansir stasiun televisi Fox News, Ahad (25/9).

Saksi itu mengatakan sedikitnya tujuh peluru dilepaskan oleh pria itu dan Hattar ditembak di bagian kepada. Kantor berita Petra News Agency mengatakan Hattar ditembak tiga kali.

Baca Juga  Pernikahan Angel Lelga-Vicky Prasetyo, Telan Biaya Rp5 Miliar

Hattar, penulis Kristen berusia 56 tahun, ditangkap bulan lalu setelah menyebarkan gambar kartun di jejaring sosial Facebook. Karikatur itu memperlihatkan pria berjanggut di surga sedang merokok di tempat tidur ditemani dua perempuan. Dia kemudian memanggil Tuhan untuk membawakannya anggur dan kacang.

Kerabatnya mengatakan kartun itu menggambarkan pendapat Hattar terhadap kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kartun itu kemudian segera dihapus setelah banyak orang marah.

Hattar yang mendukung rezim Basyar al-Assad di Suriah kemudian ditahan selama dua pekan sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Baca Juga  Usai Salat Jumat, Jokowi Temui Massa Aksi di Monas

Sepupu Hattar, Saad, mengatakan pelaku penembakan sudah diserahkan ke polisi.

“Nahid ditemani dua kakak dan seorang teman ketika ditembak. Kakak dan temannya kemudian mengejar pelaku dan meringkusnya lalu menyerahkannya ke polisi,” ujar Saad.

Keluarga Hattar mengatakan Perdana Menteri Hani al-Mulki bertanggung jawab atas kematian Nahid.

“Perdana Menteri orang pertama yang mengecam Nahid dan memerintahkan dia ditangkap dan diadili karena menyebarkan gambar kartun itu. Akibatnya publik menyerang dia hingga dia dibunuh,” kata Saad (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pasangan JR-Ance Yakin Bawaslu Sumut Menangkan Sengketa Pilkada

Berita

Polda Sumut Periksa Anggaran Polres Nias

Nasional

Lima Maskapai Nasional di Indonesia Paling Tepat Waktu Sepanjang 2017

Arsip

Habib Rizieq Ancam Pemerintah, “Hati-hati, Umat di Berbagai Daerah Bisa Marah”

Arsip

Kapolri dan Kapoldasu Bekerja Harus Lebih Berhati-hati , Abednego SH:Penerapan Pasal Pencemaran Nama Baik Resahkan Wartawan

Arsip

Kapolresta Medan: Hentikan Mem-bully Sonya Depari!

Arsip

Begini Gerak-gerik Mencurigakan Jessica Versi Saksi Ahli Psikologi

Kriminal

Polisi Gerebek Rumah di Brebes, Ratusan Pot Ganja Diamankan