Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Kamis, 29 Juni 2017 - 15:17 WIB

Ini Alasan Polri Bawa Tiga Tersangka Kasus Teror Mapolda Sumut ke Jakarta

Viewer: 575
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

kompasnasional.com | JAKARTA – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa detasemen Khusus 88 Antiteror membawa tiga tersangka kasus teror di Mapolda Sumatera Utara ke Mako Brimob, Jakarta dengan alasan memudahkan pemeriksaan. Meskipun demikian, kata Setyo, Densus 88 tetap mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus teror tersebut.

“Kemarin sudah dibawa ke Jakarta, tiga orang tersangka yang terlibat dalam kasus penyerangan Polda Sumut, dibawa ke Mako Brimob untuk memudahkan pemeriksaan,” ujar Setyo di Kantor Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/6).

Densus 88, kata Setyo, masih melakukan pendalaman di Medan terhadap kasus ini. Pasalnya, siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga  THR PNS Akan Cair Besok

“Siapa pun yang terlibat atau siapa pun yang terkait dari kasus ini akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tandas dia.

Karena itu, kata dia, pendalaman terhadap kasus teror ini tidak hanya sebatas pada empat tersangka yang ditetapkan oleh polisi.

Pihaknya, kata dia, masih terus mengembangkan kasus ini sehingga bisa mengetahui dan menangkap siapa saja yang terlibat.

“Masih berkembang. Akan dikembangkan terus siapa yang terlibat dan siapa yang terkait,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, detasemen Khusus 88 Antiteror memindahkan tiga tersangka kasus teror Mapolda Sumut, pada Rabu (28/6). Ketiganya akan menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

Ketiga tersangka tersebut adalah Syawaluddin Pakpahan, Hendry Pratama alias Boboy dan Firmansyah Putra Yudi.

Baca Juga  Ratusan Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir

Lebih lanjut, Setyo mengatakan pelaku teror Mapolda Sumut melakukan aksinya pada saat jelang Lebaran dalam rangka mencari momentum dan peluang. Menurut dia, pelaku mencari peluang di mana titik lemah kepolisian.

“Kita selama ini operasi, dan kejadian juga pernah terjadi pada 2013 di Solo, di mana mereka menyerang pos pam. Ini juga jadi evaluasi kita. Walau dari awal ops Ramadniyah sudah mencanangkan ancaman utama terorisme,” terang dia.

Setyo juga mangatakan bawah pengamanan di Polsek dan Polda sudah ditingkatkan untuk mengantisipasi serangan susulan.

Pengamanan tersebut dilakukan terhadap markas dan personel Polsek dan Polda.
“Pengamanan baik markas maupun personel sudah kita tingkatkan. Itu tugas kita,” pungkas dia (brtst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Tapsel Minta Seluruh Jajarannya Serius Tangani Kasus Lonjakan Covid-19

Berita

Koramil Dedai Terus Lakukan Pengawalan Kegiatan Tracking

Berita

Legislator PD Tantang TWK di Polri, Ini Jawaban Wakapolri

Berita

Makanan di Lapas Narkotik Kelas II A Pematangsiantar Higienis dan Bersertifikat

Berita

Babinsa Koramil 1205-02/Serawai Melaksanakan Patroli dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Desa Binaan

Berita

Disiplikan Masyarakat, Anggota Koramil 1509-01/Bacan Bagikan Masker

Berita

Heboh, Perempuan Tewas di Jalan Tanpa Identitas

Berita

Perjalanan 17 Hari Usman – Bassam Menata Birokrasi