Viewer: 755
0 0

Home / Nasional

Rabu, 10 Juni 2020 - 17:17 WIB

Jokowi Tegaskan Jika Terjadi Peningkatan Kasus Baru Covid-19, Akan Ada Pengetatan Lagi

Viewer: 756
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

Kompasnasional | Presiden Joko Widodo mengatakan, pemberlakuan kenormalan baru atau new normal di lapangan sangat dinamis.

Ia mengatakan pemerintah tak segan menutup kembali sektor-sektor kehidupan yang beroperasi kembali di era new normal bila tiba-tiba ditemukan peningkatan kasus harian Covid-19.

“Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali,” kata Jokowi saat berkunjung ke Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Ia pun meminta para kepala daerah yang telah menerapkan fase new normal secara rutin mengevaluasi keadaan di lapangan.

Baca Juga  Update Corona di RI 22 Mei: Masih Ada 47.150 ODP dan 11.028 PDP

Jokowi meminta para kepala daerah tak lengah di fase new normal dan malah menghadapi gelombang kedua penularan Covid-19.

“Evaluasi secara rutin, sekali lagi meski misalnya sebuah daerah kasus baru menurun jangan sampai lengah karena di lapangan masih sangat dinamis. Keberhasilan pengendalian Covid-19 sangat ditentukan kedisplinan dan protokol kesehatan,” ujar Jokowi.

“Saya kira kita semua harus optimis bahwa tantangan yang kita hadapi bisa kita kendalikan dengan baik dengan harapan bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali,” kata dia.

Baca Juga  Polisi Cek Lokasi Pembuatan Video Mesum Wanita Kebaya Merah

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengingatkan pemerintah daerah tak asal memutuskan penerapan kenormalan baru atau new normal di wilayahnya.

“Penentuan waktu kapan timing-nya, penting sekali, harus tepat. Kalkulasinya, hitungannya,” ucap Presiden Jokowi.

“Jadi saya ingatkan juga pada daerah apabila sudah ingin memutuskan ke normal baru bicarakan dulu dengan Gugus Tugas,” kata Jokowi.

Ia melihat masih ada daerah yang tingkat penularannya fluktuatif sehingga rawan jika langsung diberlakukan new normal.

Jokowi pun meminta pemerintah daerah benar-benar memperhatikan data epidemiologis Covid-19 di daerah mereka.(TB/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kesaksian Pejabat LKPP Seret Nama Sofyan Djalil dalam Kasus Korupsi Mega Proyek e-KTP

Nasional

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi Bakal Upacara di Istana Bogor

Arsip

Warga Miskin Namun Terkena Penyesuaian Tarif Listrik Diminta Lapor

Nasional

Waduh, Warga Satu Kampung di Garut Terkonfirmasi Positif Covid-19

Berita

Marak Penipunan, Kemenag Diminta Audit Seluruh Biro Umrah
Sudah Pakai Seragam Batal Dilantik, Andi: Malu, Di Mana Harga Diri Saya?-kompasnasional

Arsip

Sudah Pakai Seragam Batal Dilantik, Andi: Malu, Di Mana Harga Diri Saya?

Berita

PDIP Segera Kumpulkan Partai Koalisi Pendukung Jokowi di 2019
Ket:foto//Dari kiri kekanan, Bendahara Umum DPP SBSI 1992 Pusat Vindra, ketiga dari kiri Ketua umum DPP SBSI 1992 Gunawan dan yang paling kanan Ketua bidang Litbang DPP SBSI 1992 Pusat Darmawan Yusuf, SH, SE,M.Pd,MH

Berita

SBSI 1992 Darmawan Yusuf :Tak Semua Organisasi Buruh Gelar Aksi Turun ke Jalan saat May Day 2021