Home / Berita / Nasional / Reviews

Rabu, 10 Januari 2018 - 11:42 WIB

Sandiaga Dilaporkan Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen PT Japirex

Viewer: 439
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

KompasNasional.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Dia dilaporkan terkait dugaan pemalsuan dan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

“Laporan untuk sertifikat nomor 1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB (Akta Jual Beli) dan telah dijual ke orang ke tiga,” kata pelapor Fransiska Kumalawati Susilo di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2018.

Fransiska mengungkapkan Sandiaga bersama Andreas Tjahyadi pada 2012 yang merupakan pemilik saham di PT Japirex telah menjual sebidang tanah dengan luas 3.000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Padahal, kata Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah tersebut. Dia menilai Sandiaga sudah melanggar aturan.

Baca Juga  Najar Amin Terpilih Aklamasi PAC Marancar, Ini Pesan Ketua MPC Tapsel

“Surat pelepasan hak isi nya jelas, bahwa tanah tersebut tetap beratasnamakan pihak pertama. Jadi hanya untuk dipergunakan bukan untuk dibalik nama maupun diperjualbelikan. Mana RUPS PT untuk pembelian asset? Kan juga tidak ada,” jelas Fransiska.

Laporan Fransika tertuang dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Senin, 8 Januari.

Sebelumnya Djoni Hidayat melalui kuasa Fransiska Kumalawati  Susilo melaporkan kasus dugaan penggelapan tanah tersebut ke Polda Metro Jaya sejak Maret 2017. Diketahui Sandi dengan rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi pernah menjadi direksi di PT Japirex, yang kemudian melakukan penjualan properti berupa sebidang tanah.

Cerita ini bermula ketika manajemen Japirex, Sandiaga dan Andreas berencana menjual aset Japirex seluas sekitar 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya, Tangerang. Di belakang tanah tersebut terdapat 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat.

Berdasarkan keterangan Djoni, tanah 3.000 meter tersebut merupakan tanah titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya. Di mana, almarhumah merupakan istri pertama Edward Soeryadjaya.

Baca Juga  Sambut HUT RI Ke 76, Lanal TBA Gelar Donor Darah

Dalam daftar perusahaan PT Japirex, disebutkan bahwa hanya ada dua orang, yaitu Sandi dan Andreas sebagai pemilik perusahaan. Berkas perusahaan tersebut adalah akta perusahaan ketika PT Japirex yang dilikuidasi pada 2009. Di mana ketua tim likuidasi adalah Andreas Tjahyadi.

Sebelumnya Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Akibat tanahnya digelapkan oleh pemegang saham PT Japirex, pelapor merasa sangat dirugikan. Pelapor juga mengaku tidak mempunyai motif apa pun dalam melaporkan masalah ini.

“Saya hanya ingin menuntut keadilan atas hak dari almarhumah,” kata Fransiska.

[MTNC/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Rentetan Kejadian sebelum Eks Wakapolda Sumut Ditemukan Tewas

Berita

Dari Zona Merah Ke Zona Orange, Bupati Satono Tetap Terapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Berita

Final Turnamen Sepak Bola Batu Buil Cup 2022 Jojo X Fortuna Menjadi Sang Juara di Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi

Berita

Dandim Kabupaten Sambas Resmi Tutup Kegiatan Karya Bakti TNI, Tahun 2021, Bersama Bupati H.Satono .

Berita

Viral Tes Swab COVID-19 di Sembarang Tempat Hasilnya Positif, Kok Bisa Gitu?

Berita

Ajang MTQ XXIII Kubu Raya Capai Peringkat Ke Tiga

Berita

Ditreserse Narkoba Polda Kalbar Musnahkan Sabu Seberat 6,942 Kilogram

Berita

Wawako Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Psp Hutaimbaru