Viewer: 780
0 0

Home / Nasional

Sabtu, 20 Juni 2020 - 23:33 WIB

Generasi Muda Diharapkan Paham Nilai-nilai Pancasila

Viewer: 781
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Mantan anggota DPR, Markus Wauran berharap generasi muda dapat memahami nilai-nilai Pancasila. Markus pun mengusulkan beberapa cara menanamkan nilai tersebut.

“Jadi dalam rangka menyongsong masa depan, harapan kita generasi muda bisa paham, bisa sadar, dan menghayati dengan kuat nilai-nilai Pancasila yang kemudian mereka cerminkan dalam sikap, serta pemikiran mereka,” kata Markus.

Hal itu diungkap Markus dalam diskusi daring yang digagas Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) bertajuk “Penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Penegakan Sang Perkasa Merah Putih dalam Bingkai NKRI”, Sabtu (20/6/2020).

“Saya usul GPPMP beri masukan kepada pemerintah bahwa anak-anak SD dalam rangka mencintai merah putih, waktu masuk sekolah, hormat bendera merah putih. Begitu mau masuk kelas juga ada bendera merah putih, dan dicium. Diwajibkan baca Pancasila. Ini upaya menanamkan Pancasila sejak kecil. Semua kantor pemerintah, swasta, warung-warung kecil, restoran kecil dan besar, ada bendera merah putih,” tegas Markus.

Baca Juga  Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Pada kesempatan itu, Markus menilai, banyak kelemahan dalam kehidupan ketatanegaraan sekarang. Nilai-nilai Pancasila dilanggar.

“Kita harap semua partai, semua ormas (organisasi masyarakat) diwajibkan asasnya dicantumkan Pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang, banyak perbuatan melanggar Pancasila. Kita harap hukum ditegakkan. Harus ditindak tegas jangan pandang bulu,” ujar Markus.

Baca Juga  RI Bisa Belajar dari Thailand Tanam Cabai Hingga Bawang Tahan Cuaca

Di sisi pembangunan demokrasi politik, menurut Markus, pembangunan demokrasi di indonesia bukan substansial, tapi transaksional. “Artinya apa? Orang-orang yang tidak penuhi syarat untuk jadi anggota legislatif melalui pemilu, itu lolos karena ada transaksi, politik uang segala macam, sehingga merusak pembangunan demokrasi substansial,” kata Markus.

Markus pun menyoroti adanya praktik hubungan antara korporasi dan demokrasi yang sebenarnya melanggar nilai-nilai sosial. “Orang-orang yang ditngkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena korupsi apakah dia eksekutif, legislastif, selalu ada pengusaha yang terlibat, tidak ada yang tidak terlibat,” tukas Dewan Kehormatan GPPMP tersebut.(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KPK Panggil CEO PT Mahkota Sentosa Utama Terkait Suap Izin Meikarta
Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

Baru Saja Menghirup Udara Segar, Residivis di Blitar kembali harus mendekam dibalik Jeruji Besi

Berita

Saat dirawat di RS Medika Permata Hijau Ternyata Setya Novanto Dipasangi Infus Anak-anak

Berita

Aldrich Virgo, Bocah 6 Tahun yang Piawai Main Drum

Berita

Imigrasi Palu perketat pemohon penerbitan paspor umroh
Foto cuitan twitter @koprofiljati yang menghina Ibu Negara Iriana

Berita

Body Shamming ke Ibu Negara Iriana Jokowi, Polisi Masih Cari Pemilik Akun Twitter @KoprofilJati

Arsip

Puluhan Massa Demo Kajari Kotapinang

Arsip

Narkotika Berbahaya Itu Tembakau Super Cap Gorila