Viewer: 764
0 0

Home / Nasional

Sabtu, 20 Juni 2020 - 23:33 WIB

Generasi Muda Diharapkan Paham Nilai-nilai Pancasila

Viewer: 765
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Mantan anggota DPR, Markus Wauran berharap generasi muda dapat memahami nilai-nilai Pancasila. Markus pun mengusulkan beberapa cara menanamkan nilai tersebut.

“Jadi dalam rangka menyongsong masa depan, harapan kita generasi muda bisa paham, bisa sadar, dan menghayati dengan kuat nilai-nilai Pancasila yang kemudian mereka cerminkan dalam sikap, serta pemikiran mereka,” kata Markus.

Hal itu diungkap Markus dalam diskusi daring yang digagas Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) bertajuk “Penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Penegakan Sang Perkasa Merah Putih dalam Bingkai NKRI”, Sabtu (20/6/2020).

“Saya usul GPPMP beri masukan kepada pemerintah bahwa anak-anak SD dalam rangka mencintai merah putih, waktu masuk sekolah, hormat bendera merah putih. Begitu mau masuk kelas juga ada bendera merah putih, dan dicium. Diwajibkan baca Pancasila. Ini upaya menanamkan Pancasila sejak kecil. Semua kantor pemerintah, swasta, warung-warung kecil, restoran kecil dan besar, ada bendera merah putih,” tegas Markus.

Baca Juga  Pejabat Pemkab Banjarbaru Digerebek Istri Dengan Selingkuhannya

Pada kesempatan itu, Markus menilai, banyak kelemahan dalam kehidupan ketatanegaraan sekarang. Nilai-nilai Pancasila dilanggar.

“Kita harap semua partai, semua ormas (organisasi masyarakat) diwajibkan asasnya dicantumkan Pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang, banyak perbuatan melanggar Pancasila. Kita harap hukum ditegakkan. Harus ditindak tegas jangan pandang bulu,” ujar Markus.

Baca Juga  Tipu Daya Dibalik Pembelian Saham Freeport

Di sisi pembangunan demokrasi politik, menurut Markus, pembangunan demokrasi di indonesia bukan substansial, tapi transaksional. “Artinya apa? Orang-orang yang tidak penuhi syarat untuk jadi anggota legislatif melalui pemilu, itu lolos karena ada transaksi, politik uang segala macam, sehingga merusak pembangunan demokrasi substansial,” kata Markus.

Markus pun menyoroti adanya praktik hubungan antara korporasi dan demokrasi yang sebenarnya melanggar nilai-nilai sosial. “Orang-orang yang ditngkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena korupsi apakah dia eksekutif, legislastif, selalu ada pengusaha yang terlibat, tidak ada yang tidak terlibat,” tukas Dewan Kehormatan GPPMP tersebut.(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Wildan Hadiri Paripurna Pengantar KUAPPAS Tahun 2018
Ket:Foto//Sahabat Akrab Lenis Kogoya ketua umum Partai Golkar Erlangga hartanto

Berita

Dukungan dari Ketum Golkar, Lenis Kogoya Layak Kembali ke Kampung Halaman, Menjadi Wagub Papua.

Berita

Sempat Tak Diakui Anak oleh Farhat Abbas, Anak Muda Ini Meroket Lewat Film Dilan 1990

Berita

Polisi Semarang Gagalkan Peredaran 80 Ribu Pil Koplo
Foto sidang Bharada

Berita

Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J: Bharada E Cs Bakal Seruangan

Berita

Perpustakaan SMAN 1 Matauli Pandan Terima Sertifikat Akteditasi “A” Dari Perpustakaan Nasional RI

Nasional

Kereta Api Pasundan Anjlok di Garut, Perjalanan ke Bandung Tersendat

Korupsi

KPK Sita Duit di Laci Menag, Jokowi: Beri KPK Kewenangan Penuh Periksa Kasus