Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Selasa, 6 Desember 2016 - 14:33 WIB

Dambakan Bupati Yang Takut Akan Tuhan, Rema Dukung AMIRA di Pilkada Tapteng

Viewer: 614
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

kompasnasional.com | TAPTENG
Ratusan masyarakat Desa Tumba Jae dan Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menyambut kedatangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapteng Amin Pardomuan Napitupulu SH MH dan Drs Ramses Hutagalung MM (AMIRA), Rabu (30/11/2016).

Kedatangan Paslon Nomor urut 1 ini, untuk mengukuhkan tim pemenangan relawan marga – marga (Rema) yang diperkirakan sebanyak 23 orang diantara kumpulan marga yang mewakili Nainggolan, Buaton, Mahulae, Siregar, Marbun, Sihotang, Simamora, Simanullang, Silalahi, Munthe, Situmorang, Hasugian, Malau dan Sitanggang.

Kedatangan AMIRA dan rombongan disambut dengan tarian adat batak. Tak ketinggalan Amin dan Ramses juga diulosi sekaligus di upa – upa, sebagai wujud restu menuju Pilkada Tapteng 2017.

Salah seorang tim pemenangan Rema dari marga Nainggolan menyampaikan, bahwa masyarakat Tapteng sangat merindukan sosok pemimpin pembangunan yang profesional dan handal, terutama dalam peningkatan perekonomian rakyat.

Baca Juga  5 Reaksi Pemerintah Soal 'Om Telolet Om', Sampai Buat Lomba Klakson

Mereka meyakini, jika sosok tersebut ada pada diri Amin dan Ramses dan berjanji akan memberikan dukungan penuh pada Paslon Nomor urut 1 ini, menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapteng periode 2017 – 2022.

“Masyarakat di kabupaten Tapteng ini sangat merindukan pemimpin yang profesional. Sosok seperti itu kami lihat ada pada paslon AMIRA. AMIRA pasti menang,” kata Nainggolan disambut sorak masyarakat.

Di kesempatan itu, calon Wakil Bupati Tapteng Drs Ramses Hutagalung MM memperkenalkan dirinya. Disampaikannya bahawa ia telah lama mengabdi di bidang birokrat pemerintahan, di berbagai daerah dan di Kementerian Dalam Negeri.

“36 tahun saya menjabat di pemerintahan, pernah menjabat di Balikpapan, Irian Jaya, Jawa Tengah, Solo, sampai di Kementerian Dalam Negeri, tetapi saya tetap seperti ini, hidup ini harus di syukuri,” ujar Ramses Hutagalung.

Sementara, calon Bupati Tapteng Amin Pardomuan Napitupulu SH MH menyampaikan salam perkenalan, juga menegaskan kepada Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), kedatangan AMIRA hanya memenuhi panggilan masyarakat untuk saling memperkenalkan diri.

Baca Juga  Geledah Rumah Pejabat PU Yogyakarta, KPK Sita Uang Rp 130 Juta

Amin meminta agar masyarakat memilih pemimpin yang takut akan Tuhan, karena menurut Amin, suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Pilihlah pemimpin yang takut akan Tuhan. Suara kalian adalah suara Tuhan, suara rakyat itu membangun, marwah Tapteng itu harus dikembalikan,” tegas Amin.

Amin juga mengatakan, Barus merupakan pusat kota sejarah perdagangan dunia, sangat perlu dihidupkan kembali, sekaligus menghidupkan perekonomian rakyat, sebagaimana yang tertuang dalam program nawacita Presiden Jokowi.

“Kita akan membangun mulai dari desa tertinggal, memenuhi pembangunan infrastruktur serta mengembalikan habitat perdagangan ke asalnya untuk kembali menjadi perdagangan industri, demi membuka lapangan kerja bagi masyarakat di kabupaten Tapteng ini,” pungkas Amin (Demakson Tampubolon)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Awas! Thailand Punya 8 Hal untuk Diwaspadai Timnas Indonesia!

Arsip

Inilah Penyebab Google Maps Hapus Peta Palestina

Nasional

Komisi IX: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Lewat Vaksin Berbayar

Nasional

Gugatan Rizal Ramli soal Ambang Batas Presiden Ditolak MK
Istri Petugas Pajak yang Dibunuh di Gunungsitoli Histeris-KompasNasional

Arsip

Istri Petugas Pajak yang Dibunuh di Gunungsitoli Histeris

Berita

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Data dan Uang Perusahaan Ojek Online
Selfie di Pesawat, Keluarga Ini Tak Sadar Ada Penampakan Cantik di Belakangnya-KompasNasional

Arsip

Selfie di Pesawat, Keluarga Ini Tak Sadar Ada Penampakan Cantik di Belakangnya

Arsip

Mantan Pjs Kades Dilaporkan Warganya ke Kejaksaan