Home / Nasional

Selasa, 13 Juli 2021 - 10:09 WIB

Komisi IX: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Lewat Vaksin Berbayar

Viewer: 378
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Kompasnasional l Anggota Komisi IX DPR Nurhadi minta vaksinasi Covid-19 berbayar dibatalkan. Sebab program itu hanya akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Selama ini masyarakat mengetahui bahwa vaksinasi gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah dalam masa pandemi. Jangan sampai isu ini menjadi gejolak di masyarakat dan mengganggu program yang relatif sudah berjalan dengan baik,” kata Nurhadi pada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Ia meminta pemerintah tidak berbisnis atau mengambil keuntungan di kondisi sulit. “Pemerintah harus menahan diri, jangan membuat kebijakan atau keputusan yang kontraproduktif. Jangan mengambil keuntungan (kesempatan) dalam kesempitan,” ujarnya.

Baca Juga  DPP SBSI 92 Darmawan Yusuf mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Toni Panjaitan

Percepatan vaksinasi Covid-19 ini, kata dia, tidak harus dengan mengambil kebijakan vaksin berbayar. “Saya khawatir ada anggapan di masyarakat bahwa ditengah pandemi negara berbisnis dengan rakyatnya,” tambahnya.

Politkus NasDem itu menyebut langkah pemerintah terburu-buru dan terkesan panik.

“Terkesan grusa-grusu panik. Saya setuju ditunda , dan hendaknya sosialisasi yang transparan benar-benar dilakukan agar tidak memunculkan banyak tafsir dan pemerintah atau pihak-pihak tertentu dianggap mengomersialisasikan pandemi covid-19,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya yakni Komisi IX sebagai mitra Kemenkes seharusnya diberitahu terlebih dahulu terkait langkah apapun dalam penanganan pandemi.

Baca Juga  Habis Jumatan, Pemuda Muhammadiyah Laporkan Ahok ke Polda Metro

“Harusnya disampaikan dulu ke DPR (komisi IX), karena sejak awal dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 ini sudah diputuskan bahwa vaksinasi untuk rakyat adalah tidak berbayar alias gratis. Karenanya ketika muncul kebijakan vaksinasi mandiri atau individu cukup membingungkan juga. Komisi IX juga tidak pernah diajak bicara. Sehingga saya khawatir jika masyarakat memahaminya harus bayar justru kontra produktif,” jelasnya.
(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Try Sutrisno: Ideologi Bangsa Tercabik-cabik, Purnawirawan TNI Polri Desak RUU HIP Dicabut

Arsip

Menyedihkan Lihat Kelakuan Polisi Jadi Rampok dan Bekingi Narkoba

Berita

Polrestabes Medan Gagalkan Pengedaran Ganja Antar Provinsi

Berita

Tokoh Muda Desa Sipungguk Maju di Pilkades Serentak Tahun 2021

Arsip

Menhub Budi janji beri payung hukum untuk ojek online

Berita

Menhan AS Temui Menhan RI

Arsip

Ilmuwan Asing Boleh Ikut Analisa Ikan “Aneh” Di Manado

Arsip

PBB Kembali Desak Indonesia Hapus Praktik Hukuman Mati