Home / Nasional

Selasa, 13 Juli 2021 - 10:09 WIB

Komisi IX: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Lewat Vaksin Berbayar

Viewer: 388
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Kompasnasional l Anggota Komisi IX DPR Nurhadi minta vaksinasi Covid-19 berbayar dibatalkan. Sebab program itu hanya akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Selama ini masyarakat mengetahui bahwa vaksinasi gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah dalam masa pandemi. Jangan sampai isu ini menjadi gejolak di masyarakat dan mengganggu program yang relatif sudah berjalan dengan baik,” kata Nurhadi pada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Ia meminta pemerintah tidak berbisnis atau mengambil keuntungan di kondisi sulit. “Pemerintah harus menahan diri, jangan membuat kebijakan atau keputusan yang kontraproduktif. Jangan mengambil keuntungan (kesempatan) dalam kesempitan,” ujarnya.

Baca Juga  Oknum Polisi dan TNI Berkelahi di Pesta Pernikahan, Begini Reaksi Kapolda

Percepatan vaksinasi Covid-19 ini, kata dia, tidak harus dengan mengambil kebijakan vaksin berbayar. “Saya khawatir ada anggapan di masyarakat bahwa ditengah pandemi negara berbisnis dengan rakyatnya,” tambahnya.

Politkus NasDem itu menyebut langkah pemerintah terburu-buru dan terkesan panik.

“Terkesan grusa-grusu panik. Saya setuju ditunda , dan hendaknya sosialisasi yang transparan benar-benar dilakukan agar tidak memunculkan banyak tafsir dan pemerintah atau pihak-pihak tertentu dianggap mengomersialisasikan pandemi covid-19,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya yakni Komisi IX sebagai mitra Kemenkes seharusnya diberitahu terlebih dahulu terkait langkah apapun dalam penanganan pandemi.

Baca Juga  Orangtua Korban Minta Sidang Militer TNI Aniaya ABG Digelar Terbuka

“Harusnya disampaikan dulu ke DPR (komisi IX), karena sejak awal dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 ini sudah diputuskan bahwa vaksinasi untuk rakyat adalah tidak berbayar alias gratis. Karenanya ketika muncul kebijakan vaksinasi mandiri atau individu cukup membingungkan juga. Komisi IX juga tidak pernah diajak bicara. Sehingga saya khawatir jika masyarakat memahaminya harus bayar justru kontra produktif,” jelasnya.
(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Perpustakaan SMAN 1 Matauli Pandan Terima Sertifikat Akteditasi “A” Dari Perpustakaan Nasional RI

Berita

Ini Komentar Rahmad Darmawan Setelah Timnya Tumbang Melawan Persebaya 0-2

Arsip

Optimisme dan impian Giring Nidji bawa perubahan lewat politik

Arsip

Masjid Al Ikhlas Pasar Satu Sidomulyo Sediakan 6 Sapi Dan 5 Kambing Qurban

Nasional

Kejagung Sebut Kasus Impor Emas akan Sulit Diusut

Nasional

BIN soal Aksi Teror Makassar dan Jakarta: Sel Lama, Rekrutmen Baru

Berita

Proyek Tol Manado-Bitung Ambruk, 3 Pekerja Tertimbun

Berita

Dua WN Rusia Didakwa Rampok Money Changer di Bali Rp 1 M