Viewer: 928
0 0

Home / Opini

Sabtu, 27 Juni 2020 - 11:27 WIB

CEK FAKTA: Dibilang Anti Islam, Manakah Lirik Lagu Balonku yang Benar?.

Viewer: 929
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 36 Detik

Kompasnasional | Ustaz Zainal Abidin  akhirnya memberikan klarifikasi terkait video ceramahnya yang diributkan oleh publik.

Dalam ceramah itu, Ustaz Zainal menyebut lagu Balonku ajarkan anak benci Islam, begitu juga dengan lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung.

Dalam video itu, Ustaz Zainal mengatakan bahwa lagu anak-anak tersebut mengajarkan anak-anak membenci Islam. Kekinian, Ustaz Zainal telah memberikan klarifikasi.

Penjelasannya terdapat dalam video yang diunggah ke Youtube Tafaqquh Channel, Jumat (12/6/2020). Klarifikasi ini disampaikan Ustaz Zainal kepada Ustaz Fauzy Junaidi.

Ustaz Zainal berpendapat kritikan terhadap lagu-lagu, sudah biasa terjadi. Namun kali ini kritiknya terhadap lagu menjadi sorotan banyak orang karena ada nilai agama di sana.

“Tapi karena ada nilai sensi yaitu agama, makanya itu jadi perhatian netizen,” kata Ustaz Zainal, dikutip dari hops.id–jaringan Suara.com, Senin (15/6/2020).

Ia mengaku tidak mempermasalahkan siapa pencipta lagu anak-anak itu. Ustaz Zainal hanya ingin mengkritisi muatan yang terkandung dalam liriknya.

“Saya hanya mencoba menganalisis mengapa yang meletus balon hijau dan hatiku sangat kacau,” ucap Ustaz Zainal.

Menurutnya, penggalan lirik lagu “Balonku” itu mengandung kesan tentang Islam.

Baca Juga  Kompolnas Sesalkan Polisi Salah Gerebek Kolonel TNI: Arogan !

“Dari sini, ada satu kesan psikologis, bahwa hijau itu pasti Islam. Makanya lihat saja, warna-warna partai Islam, ya pasti hijau, warna-warna ke-islam-an itu menekankan hijau,” ucap Ustaz Zainal menjelaskan.

Ia khawatir anak-anak kecil yang mendengar lagu itu tertanam kesan warna hijau itu membuat kacau.

Ustaz Zainal mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan yang meyakinkan atas kritik lagu “Balonku” tersebut sejak lama.

Ia juga menjelaskan bahwa dahulu ada ceramah yang juga mempertanyakan lirik lagu anak-anak itu.

Penceramah sebut lagu balonku ada 5 ajakan membenci Islam (Twitter/@UJunami –@PakatDayak)
Sedang untuk lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung”, Ustaz Zainal mengaku tak mengerti, mengapa sang penulis lagu lebih memilih pohon cemara ketimbang pohon lain yang lebih bernuansa Indonesia.

Hal itu, Ustaz Zainal berkeyakinan pasti lirik lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung” menyimpan maksud tertentu.

“Di Indonesia itu cemara langka sekali, mengapa malah jadi penekanan? Kita harus mengakui, kalau itu simbol agama tertentu. Di sini adanya pohon jati, pohon pisang atau pinus mungkin ada,” kata ujarnya.

“Kalau berpikir kritis itu bisa benar, bisa salah memang watak manusia. Tapi kalau berpikir kritis ini dihentikan maka itu maknanya mengebiri akademis seseorang,” imbuhnya.

Baca Juga  Tujuh Orang Akan Menyusul Masuk Bui

Jika ada yang tidak setuju dengan kritiknya, Ustaz Zainal mempersilahkan dirinya dibantah dengan cara yang akademis.

Ustaz Zainal Anggap Lagu ‘Balonku’ Ajarkan Anak Benci Islam

Sebelumnya, video berisi potongan ceramah Ustaz Zainal Abidin pada tahun 2018 lalu itu kembali viral setelah akun Twitter Peneliti Budaya Pesisiran, Rumail Abbas, mengunggahnya pada hari Kamis(11/6/2020).

Dalam vidweo itu, Ustaz Zainal berkata, “Di Indonesia juga banyak kan antum enggak berasa. Contoh anak-anak kecil sejak dari TK saja sudah dilatih untuk benci Islam.”

Ustaz Zainal kemudian menyanyikan lirik lagu Balonku yang selama ini diajarkan di Taman Kanak-Kanak.

“Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya, yang meletus balon apa? Hijau. Hatiku sangat kacau. Loh, Islam itu bikin kacau aja. Tinggal empat pegang erat-erat, merah, kuning,” kata Ustaz Zainal.

Selain lagu Balonku, Ustaz Zainal juga menyebut bahwa lagu berjudul Naik-Naik ke Puncak Gunung mengajak untuk membenarkan agama Kristen.(S/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Antasari Azhar Restui Firman Wijaya Lawan SBY

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga

Opini

Abu Janda, Fenomena Influencer Banyak Aksi Kurang Referensi

Opini

Pak Polisi, Tetapkan Anies Baswedan Jadi Tersangka!’

Berita

Polisi Rencanakan Periksa Amien Rais sebagai Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Opini

Kekuatan di Balik Anies Baswedan Nyapres di 2024, JK Akan Mati-matian…

Arsip

Risma di Pilgub DKI, Antara Janji ke Surabaya dan Loyalitas ke PDIP

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)