Home / Opini

Kamis, 17 Juni 2021 - 19:20 WIB

Kekuatan di Balik Anies Baswedan Nyapres di 2024, JK Akan Mati-matian…

Viewer: 491
0 0
Terakhir Dibaca:45 Detik

Kompasnasional l Pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) Muhammad Mualimin menilai mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bakal punya pengaruh besar untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dengan mendukung Anies Baswedan.

Mualimin menjelaskan, berbagai cara akan JK legalkan agar Anies Baswedan bisa melanjutkan estafet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga  Kasus Yodi Prabowo, Neta IPW Terheran-heran: 37 Tahun Belajar Kriminologi Baru Kali Ini Bunuh Diri 4 Tusukan

“JK akan mati-matian mem-backup anak didiknya itu,” jelasnya.

Menurutnya, JK memiliki kedekatan personal yang cukup dalam dengan Anies Baswedan.

Jadi, tidak perlu kaget jika memberikan dukungan besar.

“Mereka bagian dari lingkaran alumni HMI yang sedari awal Pilgub 2017 saling menguatkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pengamat politik Tony Rosyid mengatakan, Anies Baswedan punya peluang dalam Pilpres 2024, tetapi sebaiknya jangan sebagai presiden.

Baca Juga  Kemlu Berhasil Pulangkan 54 WNI Terjaring di Markas Scam Myanmar

“Untuk Anies, dari pada nyapres, sepertinya lebih baik bertarung kembali di DKI,” katanya.

Tony menjelaskan, Anies Baswedan lebih punya peluang besar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) ketimbang Pilpres.


Setidaknya potensi kemenangan di Pilgub DKI di depan mata,” ujarnya.
(WE/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Rekomendasi Pansus Soroti SDM Hingga Penyadapan KPK

Opini

Opini

Fahri Hamzah: Kenapa UU Cipta Kerja yang Maksudnya Baik Ditolak Semua Orang?

Arsip

Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)
Foto Budayawan Budi Setiawan alias Budi Dalton

Berita

Gara-gara ‘Miras Minuman Rasul’, Sule hingga Budi Dalton Dipolisikan

Opini

TNI Menurunkan Baliho Rizieq Intervensi atau Stimulasi?

Opini

Pengamat Kepolisian Sisno Adiwinoto Nilai Investigasi Komnas HAM Gagal Fokus