Home / Opini

Sabtu, 30 Januari 2021 - 15:30 WIB

Abu Janda, Fenomena Influencer Banyak Aksi Kurang Referensi

Viewer: 397
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 8 Detik

Kompasnasional l Anggota DPR yang juga pegiat media sosial, Dedi Mulyadi menyebut bahwa fenomena Abu Janda adalah salah satu masalah intelektualitas influencer. Dedi menilai, Abu Janda termasuk pesohor yang banyak aksi, namun minim referensi.

Abu Janda adalah problem minimnya gagasan kaum influencer. Banyak aksi kurang isi. Banyak aksi kurang referensi,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1/2020).

Lebih jauh Dedi menjelaskan, Abu Janda selalu muncul dengan pakaian tradisional Jawa. Namun, cara bicara dan tindak tanduknya tidak mewakili budaya Jawa.

Baca Juga  Gede Pasek: KPK Bakal Menjadi Medan Pertarungan Moeldoko vs Cikeas

“Saya malah bertanya, sebenarnya dia ini mewakili siapa? Kalau mewakili kaum tradisi, tradisi mana yang dia kembangkan? Kalau mewakili kaum nahdliyin, dia nyantri di mana dan kitab apa yang dia sukai? Kalau bicara tentang pluralisme, nasionalisme maka dilarang untuk bersikap rasialisme,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, negeri ini membutuhkan orang-orang yang memiliki karya nyata dan sikap keteladanan yang memadai. Hanya dengan kedua sifat itulah, kata Dedi, masyarakat bisa membangun Indonesia yang majemuk ini secara baik.

Baca Juga  Vandalisme Musala di Tangerang Bukti Bahaya Belajar Agama Secara Daring

Menurutnya, berbagai tindakan yang membuka ruang perdebatan tanpa dasar hanya akan melahirkan konflik yang tak berkesudahan. “Saatnya menata negeri ini dengan baik. Demokrasi harus diisi oleh orang-orang cerdas,” katanya.

Dedi mengatakan, demokrasi hanya akan diisi oleh orang-orang cerdas dan objektif, tanpa membabi-buta berbicara kepada sebuah kelompok pemikiran yang berbeda. “Kalau kaum pluralis membabi buta pada kelompok yang dianggap berbeda, apa bedanya dengan kaum fundamentalis?” kata Dedi. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Bingung dengan Fadli Zon yang Getol Bela HRS, Teddy Gusnaidi: Bisa Jadi Untuk Jatuhkan Prabowo

Opini

Tjahjo Ingin RI Contoh Singapura soal Birokrasi: ASN Mereka Hanya 300 Orang

Opini

Pemprov DKI Keluarkan Rp 1 T untuk Formula E, PDIP: Lebih Baik Buat Vaksin

Opini

Pimpinan DPR: Tidak Ada Manfaat Perdebatkan ‘Anjay’

Opini

Fahri Hamzah: Kenapa UU Cipta Kerja yang Maksudnya Baik Ditolak Semua Orang?

Opini

Pemikiran Soekarno tentang pendidikan nasional dianggap jauh melampaui zaman

Opini

LIPI: Kiamat Sudah Dekat

Opini

Irmanputra Sidin: Pemda DKI Tak Berhak Somasi Ike Muti, Jokowi Harus Tegur Anies