Home / Opini

Selasa, 8 Juni 2021 - 13:21 WIB

2024, Indonesia Butuh Pemimpin Kombinasi Bung Karno dan Soeharto

Viewer: 532
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 23 Detik

Kompasnasional l Walau masih panjang, sejumlah partai dan lembaga survei sudah memunculkan kandidat calon Presiden yang dianggap layak untuk diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Meski nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil maupun Anies Baswedan dimunculkan, namun jarang yang membicarakan kriteria pemimpin ke depan.

Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora menilai ke depannya Indonesia butuh pemimpin yang mampu mengkombinasikan Bung Karno dan Pak Harto. Presiden RI pertama dan kedua. Dengan kombinasi ini, menurutnya Indonesia bisa berbicara banyak di global.

“Saya konsen dengan narasi besar, tapi juga harus disertai pencapaian delivery yang besar juga. Yang kita perlukan kepemimpinan kedepan adalah kombinasi antara Bung Karno (Soekarno) dan Pak Harto (Soeharto),” kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa 8 Juni 2021. 

Pemimpin yang visioner dan seorang eksekutif yang mampu mengkonsolidasikan kekuatan, adalah yang dibutuhkan bangsa ke depannya. Anis mengatakan, di Tanah Air sangat banyak orang hebat.

“Tetapi kita kekurangan orang yang bisa mengkonsolidasi orang-orang hebat itu. Kalau kita bisa mengkonsolidasi orang-orang hebat itu dalam satu arah, saya yakin insya Allah bangsa ini akan bisa melakukan pencapaian yang luar biasa,” jelas Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 itu.

Yakni pemimpin yang juga orator ulung layakngnya Bung Karno. Mampu menguasai panggung, dalam menyampaikan ide dan gagasan membangun Indonesia ke depan. 

Ketua Umum Partai Gelora menilai ke depannya Indonesia butuh pemimpin yang mampu mengkombinasikan Bung Karno dan Pak Harto. Presiden RI pertama dan kedua. Dengan kombinasi ini, menurutnya Indonesia bisa berbicara banyak di global.

Baca Juga  Cabut Aturan Investasi Miras, Yusril Sarankan Jokowi Segera Terbitkan Perpres Baru

“Saya konsen dengan narasi besar, tapi juga harus disertai pencapaian delivery yang besar juga. Yang kita perlukan kepemimpinan kedepan adalah kombinasi antara Bung Karno (Soekarno) dan Pak Harto (Soeharto),” kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa 8 Juni 2021. 

Di sisi lain, Indonesia juga butuh seorang yang mampu bekerja di balik meja dengan baik. Untuk menjalankan visinya yang diorasikan di hadapan masyarakat tersebut.

Dua kemampuan itu, dimiliki oleh Bung Karno dan Pak Harto. Maka kombinasi kemampuan itu, perlu dimiliki pemimpin Indonesia ke depannya.

“Bung Karno wawasanya luar biasa, seorang visioner dan bisa mengkonsolidasi negara-negara Asia-Afrika. Kalau Pak Harto, itu kaya akan eksekusi, dia benar-benar seorang leader yang efektif, sehingga rencananya bisa terlaksana dengan baik selama 32 tahun. Cuman dalam sistem demokrasi, kita perlu orang yang bisa menggabungkan ini. Orang panggung dan dalam waktu yang sama berada dalam ruangan, bekerja secara efektif dan detil,” jelas mantan Presiden PKS itu.

Kombinasi kepemimpinan Bung Karno dan Pak Harto itu, semakin penting dimiliki di tengah kondisi global yang dihantap pandemi COVID-19. Sebab krisis ini, diyakininya ke depan akan melahirkan tatanan dunia yang baru.

Maka di tengah perubahan global itu, menurutnya pemimpin Indonesia butuh kemampuan layaknya Bung Karno dan Pak Harto tersebut.

“Krisis ini akan mendekontruksi ulang tatanan global sekarang, dan saya yakin dekade 20 tahunan ini kita akan menyaksikan perubahan-perubahan fundamental, akan ada pembentukan aliansi global baru, akan ada kesepakatan tatanan dunia baru,” katanya. 

Baca Juga  Kecurigaan Boni Hargens soal KAMI dan Penyandang Dana di Baliknya

Maka usai pandemi, menurutnya akan terlihat siapa yang survive maka ia yang akan sukses. Saat ini belum terlihat karena masih pandemi. Namun menurutnya, Indonesia harus melihat perubahan itu, dan mempersiapkannya

“Inilah yang harus disiapkan Indonesia dari sekarang dalam periode dekade 20 tahunan, karena krisisnya tengah berproses” ujarnya. 

Untuk itu, Anis mengatakan pemimpin Indonesia harus melihat perubahan global tersebut. Tidak hanya dalam rangka kekuasaan tapi koalisi tidak memiliki arah. 

“Jika pertimbangannya masih kekuasaan, dan pemerintahan koalisi itu tidak punya arah, di dalamnya hanya untuk mempertahankan kekuasaan, maka korbannya adalah pemerintahan itu tidak berjalan efektif,” katanya. 

Maka menurutnya, perlu ada arah baru dan petunjuk baru, untuk melihat persoalan yang dihadapi saat ini. Tidak sekedar terjebak pada persoalan teknis, yang akhirnya bukan menyelesaikan masalah, tetapi karena lemahnya arah yang ingin dicapai tersebut. 

“Jadi yang kita perlukan adalah arah baru, kompas baru. Bacaan kita terhadap krisis ini yang salah. Sekarang anda mempermudah persyaratan untuk investasi, tapi kan faktanya tidak ada investasi yang datang. Jika dalam pemerintahaan koalisi tidk punya arah, maka kita akan terjebak dalam persoalan teknis, setiap tahun akan ada resuffle,” jelas Anis Matta. (VCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pendapat Ahli Soal Kata Evolusi yang Dipakai Abu Janda Hina Pigai

Berita

Bluesky Social, Medsos Baru Mantan CEO Twitter Tarik Ribuan Pendaftar

Opini

Pemprov DKI Keluarkan Rp 1 T untuk Formula E, PDIP: Lebih Baik Buat Vaksin

Opini

Ahli Psikologi Ungkap Penyebab Rizieq Shihab Walk Out

Berita

Penangkapan Ikan Mas Dikaitkan Tragedi KM Sinar Bangun di Toba

Opini

Gede Pasek: KPK Bakal Menjadi Medan Pertarungan Moeldoko vs Cikeas

Opini

Hari Santri Nasional 2020, Wapres: Pesantren Harus Bangun Tak Boleh Tidur

Opini

Mantan Jubir KPK Sebut Mensos Juliari Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya