Kompasnasional l Politikus sekaligus Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi mengkritik Fadli Zon yang belakangan tindakannya kerap dinilai bertentangan dengan partainya yaitu Partai Gerindra.
Fadli Zon memang terkenal dengan kritik-kritiknya terhadap pemerintah, namun belakangan memang dirinya selalu membahas soal Habib Rizieq Shihab (HRS) yang baru saja ditahan.
Bahkan Fadli Zon baru-baru ini menyampaikan ia siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Habib Rizieq.
“Habib Rizieq Shihab telah ditahan oleh pihak kepolisian RI, ribuan kasus pelanggaran protokol kesehatan hanya satu yang diproses dengan cara yang luar biasa, bahkan melalui pembunuhan,” ucapnya.
“Oleh karena itu, saya sebagai anggota DPR RI bersedia untuk menjaminkan diri saya untuk penangguhan penahanan terhadap Habib Rizieq Shihab dan mudah-mudahan semakin banyak WNI yang akan berbuat yang sama,” sambung Fadli Zon.
Menanggapi hal tersebut, mulanya Teddy Gusnaidi mengira jika ini adalah bagian dari strategi Fadli Zon dan Prabowo untuk Pemilu tahun 2024.
Namun jika benar ini strategi, menurutnya akting dari seorang Fadli Zon tidak terlihat natural.
Akan tetapi, jika ini memang bukan strategi Prabowo Subianto dan keinginan dari Fadli Zon pribadi, Teddy Gusnaidi menduga politikus Gerindra tersebut ingin menjatuhkan sang Menteri Pertahanan dan Partainya.
Seharusnya, kata Teddy Gusnaidi, seorang Fadli Zon patuh dengan partai Gerindra jika tidak ingin hengkang seperti Ferdinand Hutahaean.
“Pak Prabowo, apakah Fadli Zon Anda tugaskan menjaga suara kelompok yang berseberangan dengan pemerintah untuk kepentingan suara Pemilu 2024? Kalau iya, ya gak masalah, itu bagian dari strategi. Sayangnya akting Fadli gak natural sehingga kelihatan kayak orang baca skenario,” ujar Teddy.
Akan tetapi, jika ini memang bukan strategi Prabowo Subianto dan keinginan dari Fadli Zon pribadi, Teddy Gusnaidi menduga politikus Gerindra tersebut ingin menjatuhkan sang Menteri Pertahanan dan Partainya.
Menurut Teddy Gusnaidy, Fadli Zon sebagai anggota DPR harusnya sejalan dengan partai politik, bukan bertindak secara perorangan.
“Yang harus dipahami, Peserta untuk Pemilu anggota DPR adalah Partai Politik, bukan perseorangan. Sehingga yang ikut Pemilu itu bukan Fadli Zon. Yang perseorangan hanya Pemilu anggota DPD,” tuturnya.(PR/Red)







