Viewer: 730
0 0

Home / Opini

Selasa, 7 Juli 2020 - 20:01 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Wacana Pendidikan Online oleh Mendikbud Perlu Banyak Pertimbangan

Viewer: 731
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 17 Detik

Kompasnasional | Wacana mempermanenkan pendidikan atau sekolah jarak jauh (cara online) yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, perlu dicermati dengan baik.

Menurut Illiza Sa’aduddin Djamal,
anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP, di masa pademi Covid-19 pendidikan jarak jauh memang sebuah keharusan, namun untuk mempermanenkannya di masa pasca Covid-19 perlu banyak pertimbangan.

“Karena pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan, namun juga mendidik perilaku siswa dan membentuk karakter di banyak aspek masih membutuhkan sentuhan guru dan suasana sekolah,” jelas Sa’aduddin Djamal.

Jika sewaktu-waktu sekolah menerapkan pendidikan jarak jauh pada mata pelajaran tertentu, lanjut Sa’aduddin Djamal, hal tersebut memungkinkan bila dianggap perlu.

Baca Juga  Aksi Blusukan Risma Ancam Citra Anies Baswedan dan Tokoh Nasional Lain

Pembelajaran jarak jauh bisa menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan sekolah dan siswa dalam rangka memanfaatkan teknologi yang makin berkembang.

“Namun sekali lagi, tidak bisa diterapkan sepanjang waktu dan khusus sekolah atau daerah yang memang sudah siap secara teknologi. Jangan sampai pembelajaran jarak jauh ini justru menimbulkan masalah baru dalam dunia pendidikan,” tukas Sa’aduddin Djamal.

Tambah dia, jika pembelajaran jarak jauh akan diterapkan walaupun secara terbatas di masa normal, maka perlu dimplementasi di perguruan tingga dahulu, karena secara SDM peserta didik lebih siap. Sementara untuk SD hingga SMU perlu pertimbangan lebih banyak lagi sebelum mengimplementasikannya.

Baca Juga  Peryerang kantor PWI Riau dapat diancam penjara lima tahun

“Pada dasarnya, Komisi X mendukung semua terobosan pendidikan yang dilakukan Kemendikbud, jika terobosan itu dilakukan dalam rangka memanfaatkan teknologi yang berkembang dengan pesat. Namun, semua terobosan itu harus dipertimbangkan dengan matang dan memperhatikan kesiapan peserta didik serta tujuan pendidikan itu sendiri,” pungkas anggota Badan Legislasi DPR RI, politisi Nanggroe Aceh Darussalam ini.(MN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Aksi Blusukan Risma Ancam Citra Anies Baswedan dan Tokoh Nasional Lain
Benarkah Listrik Langsung Diputus Bila Tidak Bayar Akhir Bulan?-KompasNasional

Arsip

Benarkah Listrik Langsung Diputus Bila Tidak Bayar Akhir Bulan?

Opini

FKDT Sambut Gembira Penunjukan Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama

Opini

Ketua MPR dorong PMP kembali dijadikan mata pelajaran wajib.

Opini

Kompolnas Sesalkan Polisi Salah Gerebek Kolonel TNI: Arogan !

Opini

Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Tambah Kuota PIP dan KIP Kuliah

Opini

Abu Janda Sudah Bertemu Natalius Pigai, Begini Sikap Tegas DPP KNPI

Berita

Syaren Situmorang Mendapat Restu dan Dukungan Pimpin ITJI Sibolga Tapteng