Kompasnasional l Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mempertanyakan kesahihan klaim para kader Partai Demokrat (PD) yang membuat glorifikasi pasangan Airlangga Hartarto – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2024. Disebut Airlangga-AHY akan sekuat pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) di Pemilu 2004.
“Agak Halusinasi Airlangga dan AHY itu akan ulangi kejayaan SBY-JK. Sebab elektabilitas AHY jauh berbeda dengan ayahnya SBY di tahun 2004 yang lalu,” kata Qodari, Senin (7/6/2021).
Jadi walaupun AHY merupakan anak SBY, Qodari mengatakan, elektabilitas keduanya berbeda jauh. Karenanya peluang menang juga akan berat.
“Kasihan Golkar punya kursi begitu banyak yang dipasangkan dengan calon yang elektabilitasnya tanggung. Kursi yang begitu banyak akan menjadi sia-sia,” katanya.
Baginya, Golkar lebih baik mendukung Airlangga untuk maju sendiri sebagai capres. Atau kalau hendak mengusulkan Airlangga sebagai cawapres, harus dipasangkan dengan calon presiden yang elektabilitasnya tinggi.
“Misalnya dengan Pak Jokowi. Tentunya dengan catatan Pak Jokowi 3 periode. Atau dengan Pak Prabowo. Jadi bisa diterima akal sehat,” urainya.
“Tapi kalau AHY dengan Airlangga, kasihan Pak Airlangga, kasihan Golkarnya. Karena elektabilitasnya jauh,” tegasnya lagi.
Jika dari sisi elektabilitas saja tak kuat, begitupun ketika bicara pengalaman AHY. Kata Qodari, pengalaman Airlangga di pemerintahan jauh lebih banyak dibanding AHY. Sebab AHY belum pernah duduk sebagai anggota DPR, belum pernah menjadi menteri, dan belum pernah menjadi kepala daerah. (BS/Red)








