Home / Opini

Senin, 7 Juni 2021 - 21:05 WIB

Airlangga-AHY di Pilpres 2024, Qodari: Agak Halusinasi, Kasihan Golkar

Viewer: 378
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 10 Detik

Kompasnasional l Direktur Eksekutif Indo BarometerM Qodari mempertanyakan kesahihan klaim para kader Partai Demokrat (PD) yang membuat glorifikasi pasangan Airlangga Hartarto – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2024. Disebut Airlangga-AHY akan sekuat pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) di Pemilu 2004.

“Agak Halusinasi Airlangga dan AHY itu akan ulangi kejayaan SBY-JK. Sebab elektabilitas AHY jauh berbeda dengan ayahnya SBY di tahun 2004 yang lalu,” kata Qodari, Senin (7/6/2021).

Baca Juga  Jerinx SID Tantang Polisi Soal Demo Tolak Tes Covid-19, Ini Reaksi Polri

Jadi walaupun AHY merupakan anak SBY, Qodari mengatakan, elektabilitas keduanya berbeda jauh. Karenanya peluang menang juga akan berat.

“Kasihan Golkar punya kursi begitu banyak yang dipasangkan dengan calon yang elektabilitasnya tanggung. Kursi yang begitu banyak akan menjadi sia-sia,” katanya.

Baginya, Golkar lebih baik mendukung Airlangga untuk maju sendiri sebagai capres. Atau kalau hendak mengusulkan Airlangga sebagai cawapres, harus dipasangkan dengan calon presiden yang elektabilitasnya tinggi.

“Misalnya dengan Pak Jokowi. Tentunya dengan catatan Pak Jokowi 3 periode. Atau dengan Pak Prabowo. Jadi bisa diterima akal sehat,” urainya.

Baca Juga  Irma Suryani Chaniago Sebut Ahok No Finishing Touch di Pertamina

“Tapi kalau AHY dengan Airlangga, kasihan Pak Airlangga, kasihan Golkarnya. Karena elektabilitasnya jauh,” tegasnya lagi.

Jika dari sisi elektabilitas saja tak kuat, begitupun ketika bicara pengalaman AHY. Kata Qodari, pengalaman Airlangga di pemerintahan jauh lebih banyak dibanding AHY. Sebab AHY belum pernah duduk sebagai anggota DPR, belum pernah menjadi menteri, dan belum pernah menjadi kepala daerah. (BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pengamat Ini Sebut Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Gegara Gaya Komunikasi Nadiem Makarim
Foto

Berita

PBNU Larang Utusan Khusus AS Jessica Stern Kampanye LGBT di RI

Opini

Punya Tabungan 400 M Nenek Ini Ditolak Teller Saat Mau Ambil 1 Juta Saja, Begini Katanya

Opini

Moeldoko Mundur dari KSP karena Demokrat, Pengamat Bilang Tidak Impas

Opini

Cabut Aturan Investasi Miras, Yusril Sarankan Jokowi Segera Terbitkan Perpres Baru

Opini

Abu Janda Sudah Bertemu Natalius Pigai, Begini Sikap Tegas DPP KNPI

Opini

Muhammadiyah: Kitab Kuning Tak Jamin Polri Paham soal Islam

Opini

Komnas HAM Minta Rizieq Ditindak dan Dihukum Secara Adil