Viewer: 818
0 0

Home / Opini

Minggu, 19 Juli 2020 - 14:18 WIB

Pengamat Ini Sebut Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Gegara Gaya Komunikasi Nadiem Makarim

Viewer: 819
0 0
Terakhir Dibaca:53 Detik

Kompasnasional | Pemerhati pendidikan Doni Koesoema A mengkritik gaya komunikasi Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Menurut dia, Nadiem tidak terbuka menerima masukan dari berbagai pihak.

“Salah satunya dengan pemerintah daerah. Akibatnya banyak kebijakan yang tidak sinkron antara peraturan yang dikeluarkan pusat dengan implementasinya di daerah,” kata Doni dalam Webinar yang dihelat Pustakapedia.

Menurut Doni, seorang mendikbud seharusnya mendengarkan banyak pihak. Hal itu karena program-program Kemendikbud tidak cukup hanya ditangani tim di dalam kementerian.
Keengganan Nadiem membuka komunikasi dengan pihak lain membuat program Kemendikbud tidak dapat berjalan maksimal.

Baca Juga  Ketua MPR dorong PMP kembali dijadikan mata pelajaran wajib.

“Karena saat ini saja terbukti, implementasi dari kebijakan yang dikeluarkan Nadiem seperti pembejalaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini belum diimplementasikan dengan baik. PJJ dan lain lain masih amburadul,” ujarnya.

Doni Koesoema A mengatakan bahwa ke depan Nadiem perlu membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Apalagi kebijakan pendidikan sangatlah strategis yang tidak akan sanggup ditanggung Kemendikbud sendirian.

Baca Juga  Beberapa Terpidana Mati Kasus Narkoba Akan Berakhir Hidupnya Pekan Ini

“Sebenarnya itu bisa didialogkan, perlu keterbukaan. Pendidikan urusan bangsa, enggak bisa sendiri-sendiri. Jadi tetap perlu kerja sama dengan orang-orang yang relevan, lembaga-lembaga yang relevan, akademisi, dan lain-lain,” pungkasnya. (JPNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Cak Nun Sebut Rizieq Shihab Bukan Habib, Ini Kata PA 212

Opini

Komentari Ceramah Ustaz Tengku Zulkarnain, Abu Janda: Setan Kau Ya

Opini

MUI Tolak PAM Swakarsa, Cemas Premanisme Dijamin Aparat

Opini

Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Jualan Isu Radikal dan Terorisme

Opini

Peryerang kantor PWI Riau dapat diancam penjara lima tahun

Opini

Capres Muda dengan Elektabilitas Tinggi Terbentur Restu Partai di 2024

Berita

Shinta Bachir Dilamar Anggota DPRD

Opini

Pakar: Anies Baswedan Bisa Dihukum karena Izinkan Reklamasi Ancol