Home / Opini

Jumat, 22 Januari 2021 - 14:12 WIB

Muhammadiyah: Kitab Kuning Tak Jamin Polri Paham soal Islam

Viewer: 370
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengapresiasi rencana calon Kapolri Komisaris Jendral Listyo Sigit Prabowo yang mewajibkan personel Polri untuk belajar kitab kuning.
Meski demikian, ia tak bisa menjamin polisi nantinya bisa menangani persoalan-persoalan yang berkaitan dengan keagamaan Islam dengan baik bila sudah belajar kitab kuning.

“Mewajibkan polisi memahami kitab kuning itu sebuah kebijakan yang perlu diapresiasi. Akan tetapi, belum tentu menjamin polisi dapat menangani masalah-masalah keagamaan Islam dengan baik dan benar,” kata Abdul kepada Wartawan.

Abdul menilai wawasan dan pemahaman polisi tentang ajaran dan gerakan Islam perlu ditingkatkan. Menurutnya, banyak aspek tentang keragaman dan dinamika internal umat Islam perlu diketahui dengan baik.

Baca Juga  Dituding Suruh Menghapus Foto Bersama Presiden Jokowi, Pemprov DKI Somasi Artis Ike Muti

“Selama ini polisi cenderung melihat Islam dari satu sudut pandang sehingga seringkali salah mengambil tindakan,” kata dia.

Tak hanya itu, Abdul menjelaskan bahwa kitab kuning sendiri memiliki banyak variasinya dari jenis kajian, ajaran, dan aliran. Bahkan, kata dia banyak kitab kuning yang mengajarkan konservatisme beragama.

“Harus dipersiapkan dengan seksama dari sisi pilihan kitab kuning, pembimbing, dan relevansi,” kata Abdul.

Terpisah, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mendukung anggota polisi, khususnya bagian Pembinaan Mental dan Rohani.

Baca Juga  Komentari Kemungkinan Anies Baswedan Ditangkap, Refly Harun: Dia Tidak Jalankan Kewenangannya

“Untuk selalu menambah pengetahuan agama baik dari kitab kuning maupun dari kitab keagamaan lainnya,” kata Dadang.

Dalam proses fit and proper test calon Kapolri, Listyo mewajibkan anggota Polri belajar kitab kuning guna mencegah terorisme.

Ide tersebut ia dapat dari ulama-ulama yang ditemui saat bertugas sebagai Kapolda Banten.

“Ulama-ulama yang kami datangi mencegah terorisme dengan belajar kitab kuning. Tentunya baik di eksternal maupun internal saya yakini apa yang disampaikan kawan-kawan ulama benar adanya. Maka akan kami lanjutkan,” tuturnya. (CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu

Opini

Kompolnas Sesalkan Polisi Salah Gerebek Kolonel TNI: Arogan !

Berita

Shinta Bachir Dilamar Anggota DPRD

Opini

Komentari Kemungkinan Anies Baswedan Ditangkap, Refly Harun: Dia Tidak Jalankan Kewenangannya

Arsip

Risma di Pilgub DKI, Antara Janji ke Surabaya dan Loyalitas ke PDIP

Opini

IPW Sebut Calon Kapolri Harus Pernah Menjadi Kapolda di Jawa atau Daerah Rawan

Opini

Vandalisme Musala di Tangerang Bukti Bahaya Belajar Agama Secara Daring

Opini

Dianggap Aset Negara, Hacker Usia 15 Tahun Ini Dijemput Intel. Begini Cerita Ibunya!