Home / Nasional

Selasa, 13 Juli 2021 - 10:09 WIB

Komisi IX: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Lewat Vaksin Berbayar

Viewer: 389
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Kompasnasional l Anggota Komisi IX DPR Nurhadi minta vaksinasi Covid-19 berbayar dibatalkan. Sebab program itu hanya akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Selama ini masyarakat mengetahui bahwa vaksinasi gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah dalam masa pandemi. Jangan sampai isu ini menjadi gejolak di masyarakat dan mengganggu program yang relatif sudah berjalan dengan baik,” kata Nurhadi pada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Ia meminta pemerintah tidak berbisnis atau mengambil keuntungan di kondisi sulit. “Pemerintah harus menahan diri, jangan membuat kebijakan atau keputusan yang kontraproduktif. Jangan mengambil keuntungan (kesempatan) dalam kesempitan,” ujarnya.

Baca Juga  Harga Emas Antam Meroket Rp 4.000 per Gram

Percepatan vaksinasi Covid-19 ini, kata dia, tidak harus dengan mengambil kebijakan vaksin berbayar. “Saya khawatir ada anggapan di masyarakat bahwa ditengah pandemi negara berbisnis dengan rakyatnya,” tambahnya.

Politkus NasDem itu menyebut langkah pemerintah terburu-buru dan terkesan panik.

“Terkesan grusa-grusu panik. Saya setuju ditunda , dan hendaknya sosialisasi yang transparan benar-benar dilakukan agar tidak memunculkan banyak tafsir dan pemerintah atau pihak-pihak tertentu dianggap mengomersialisasikan pandemi covid-19,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya yakni Komisi IX sebagai mitra Kemenkes seharusnya diberitahu terlebih dahulu terkait langkah apapun dalam penanganan pandemi.

Baca Juga  Jokowi Gelar Kontes Ketangkasan Domba, Hdiahnya Rp 1 Miliar

“Harusnya disampaikan dulu ke DPR (komisi IX), karena sejak awal dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 ini sudah diputuskan bahwa vaksinasi untuk rakyat adalah tidak berbayar alias gratis. Karenanya ketika muncul kebijakan vaksinasi mandiri atau individu cukup membingungkan juga. Komisi IX juga tidak pernah diajak bicara. Sehingga saya khawatir jika masyarakat memahaminya harus bayar justru kontra produktif,” jelasnya.
(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Menkes Ibaratkan Melawan Covid-19 seperti Perang: Butuh Kemampuan Intelijen

Berita

Janji SKP Lenis Kogoya Kepada Masyarakat Adat Bali Utara Terbukti

Berita

7 dari 8 Penyelundup 44 Kg Sabu Divonis Mati

Berita

Pengeboman Di Surabaya Gunakan Bom The Mother of Satan

Berita

Jokowi-Ma’ruf Dapat Nomor Urut Satu untuk Pilpres 2019

Arsip

Narkotika Berbahaya Itu Tembakau Super Cap Gorila

Arsip

Tak Cuma Partai Politik, Pendukung Risma Juga Ikut “Perang”

Nasional

Ngutang Rp50 Miliar ke Negara, Kemenkeu Terus Kejar Putra Soeharto Bambang Trihatmodjo