Home / Berita / Daerah / Kriminal / Nasional / Reviews

Senin, 5 Maret 2018 - 10:49 WIB

orangtua murid di Kalbar tonjok guru hingga masuk RS

Ilustrasi kekerasan

Ilustrasi kekerasan

Viewer: 671
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 25 Detik

KompasNasional.com – Lastini (50), guru di SDN 31 Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengalami luka setelah dianiaya orangtua murid, Kamis (1/3) sekitar pukul 15.45 WIB. Kapolsek Meliau Iptu MR Pardosi mengatakan, tindakan yang dilakukan tersangka Sk, yang merupakan karyawan PTPN 13 terhadap korban, terjadi saat korban memberikan pelajaran ekstrakurikuler di halaman sekolah.

 

“Sk (40) merupakan warga Dusun Kedondong, Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau,” kata dia dilansir Antara, Sabtu (3/3).

Diduga karena tak terima anaknya ditegur, tersangka Sk langsung mendatangi korban dengan emosi yang tak terkendali. Tanpa banyak komentar, tersangka langsung menarik kerah baju dan melayangkan ‘bogem mentah’ ke bagian hidung sang guru yang langsung sempoyongan dan hidungnya bersimbah darah. Usai menganiaya korban tersangka langsung pergi.

Baca Juga  Dandim 1206/PSB Sebagai Irup HUT TNI ke 77 di Perbatasan Indonesia - Malaysia

Mendapati kejadian itu, warga dan para guru langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Kebun PTPN XIII Gunung Meliau, guna untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan akibat mengalami luka di bagian hidung.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit PTPN XIII Gunung Meliau. Kan, luka di bagian hidung cukup serius dan mengakibatkan darah banyak keluar dari luka tersebut. Jadi perlu penanganan medis,” ujar Pardosi.

Korban kemudian membuat laporan ke Mapolsek Meliau. Atas dugaan tindak penganiayaan tersebut, petugas Polsek Meliau langsung menindaklanjuti dengan mengamankan tersangka Sk, pada Jumat (2/3) dan langsung digelandang ke Mapolsek Meliau.

Baca Juga  Kalak BPBD Kapuas Hulu Serahkan Bantuan BNPB Kepada SATGAS PMK Kab. Kapuas Hulu 

“Atas dugaan penganiayaan tersebut, tersangka kita amankan. Guna kepentingan penyidikan dan akan diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Dijelaskan Pardosi, aksi brutal tersangka Sk, dipicu karena berlebihan dalam menanggapi pengaduan anaknya yang ditegur oleh sang guru.

“Tersangka ini tak bisa mengendalikan emosinya, ketika mendengarkan pengaduan anaknya. Seharusnya, sebagai orangtua dia dengan kepala dingin jika mendapatkan laporan anak. Sebab, kan belum tahu benar atau salah laporannya itu,” jelasnya.(Merdeka/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gelar Aksi Damai di DPRD Muba, Pose RI dan Puluhan Warga Simpang Tungkal Meminta Pilkades di Batalkan

Berita

Pencarian Korban Tenggelam di Danau Toba Diperpanjang Jadi 10 Hari

Berita

Gempa Bumi Berkekuatan 5,7 M Getarkan Taiwan

Berita

Luar Biasa Ampas Kopi di Manfaatkan bisa Jadi Lukisan

Berita

Waka Polda Melepas Team Offroad Polda Kalbar Dan IOF Kalbar Dengan Pengibaran Bendera

Berita

Bupati Ajak Masyarakat Tapsel Agar Gemar Baca Buku yang Berbobot

Berita

Bupati Samosir Hadiri Launching Vaksinasi Merdeka, Kolaborasi Pemkab dan Kepolisian untuk mempercepat capaian Vaksin Anak

Berita

Ajak Masyarakat Cegah Karhutla, Kapolda Kalbar Rangkul Masyarakat Untuk Saling Bahu-Membahu