Home / Berita / Daerah / Kriminal / Nasional / Reviews

Senin, 5 Maret 2018 - 10:49 WIB

orangtua murid di Kalbar tonjok guru hingga masuk RS

Ilustrasi kekerasan

Ilustrasi kekerasan

Viewer: 525
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 25 Detik

KompasNasional.com – Lastini (50), guru di SDN 31 Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengalami luka setelah dianiaya orangtua murid, Kamis (1/3) sekitar pukul 15.45 WIB. Kapolsek Meliau Iptu MR Pardosi mengatakan, tindakan yang dilakukan tersangka Sk, yang merupakan karyawan PTPN 13 terhadap korban, terjadi saat korban memberikan pelajaran ekstrakurikuler di halaman sekolah.

 

“Sk (40) merupakan warga Dusun Kedondong, Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau,” kata dia dilansir Antara, Sabtu (3/3).

Diduga karena tak terima anaknya ditegur, tersangka Sk langsung mendatangi korban dengan emosi yang tak terkendali. Tanpa banyak komentar, tersangka langsung menarik kerah baju dan melayangkan ‘bogem mentah’ ke bagian hidung sang guru yang langsung sempoyongan dan hidungnya bersimbah darah. Usai menganiaya korban tersangka langsung pergi.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Ikuti Rakor Kesiapan Kotamaops Jajaran Kogabwilhan I Hadapi Lebaran*

Mendapati kejadian itu, warga dan para guru langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Kebun PTPN XIII Gunung Meliau, guna untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan akibat mengalami luka di bagian hidung.

“Korban sempat dirawat di rumah sakit PTPN XIII Gunung Meliau. Kan, luka di bagian hidung cukup serius dan mengakibatkan darah banyak keluar dari luka tersebut. Jadi perlu penanganan medis,” ujar Pardosi.

Korban kemudian membuat laporan ke Mapolsek Meliau. Atas dugaan tindak penganiayaan tersebut, petugas Polsek Meliau langsung menindaklanjuti dengan mengamankan tersangka Sk, pada Jumat (2/3) dan langsung digelandang ke Mapolsek Meliau.

Baca Juga  Meriam Karbit di Kota Pontianak Tak Lekang oleh Waktu, Tak Hilang Ditelan Zaman

“Atas dugaan penganiayaan tersebut, tersangka kita amankan. Guna kepentingan penyidikan dan akan diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Dijelaskan Pardosi, aksi brutal tersangka Sk, dipicu karena berlebihan dalam menanggapi pengaduan anaknya yang ditegur oleh sang guru.

“Tersangka ini tak bisa mengendalikan emosinya, ketika mendengarkan pengaduan anaknya. Seharusnya, sebagai orangtua dia dengan kepala dingin jika mendapatkan laporan anak. Sebab, kan belum tahu benar atau salah laporannya itu,” jelasnya.(Merdeka/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Salurkan Ibadah Qurban, H Novri Aritonang Seorang Sosok Dermawan Tanpa Pamrih

Kriminal

Tega! Karyawan BUMN Buang Anaknya di Tengah Hutan, Sang Buah Hati Kini Ditemukan Warga dalam Keadaan Mengenaskan Setelah Dicabik-cabik dan Digondol Anjing!

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Lakukan Komunikasi Sosial ke Pejabat Kantor Desa Siding Di Perbatasan

Asahan

Wali Kota T.Balai H.M Syahrial Terima Suntikan Vaksin Pertama

Berita

Balada Orang-Orang Kalah “Sejak Nuku Pergi”
Foto pemusnahan ladang ganja di Sumut

Berita

Momentum Hari Pahlawan, BNN Musnahkan Ladang Ganja di Sumut

Headline News

Kejari Kampar Terima 15 Pelimpahan Kasus yang Didominasi Kasus Narkoba

Berita

Wali Kota Bogor Bima Arya Senang Bersepeda di Pontianak, Sebut Trek Rata dan Udara Segar