Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 5 Desember 2016 - 14:19 WIB

Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp 13.500 per USD

Viewer: 629
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Senin (5/12). Rupiah perkasa meninggalkan level Rp 13.500-an per USD.

Mengutip data Bloomberg, tadi pagi Rupiah dibuka di Rp 13.547 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.512 per USD. Rupiah sempat melemah di menit awal perdagangan ke Rp 13.570 lalu langsung menguat ke Rp 13.489 per USD.

Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah 2,3 persen sejak 8 November hingga 17 November 2016. Pelemahan Rupiah disebabkan kondisi eksternal, terutama pemilihan presiden AS yang memenangkan Donald Trump.

Baca Juga  Kepala Desa Bangun Fokus Pada Drainase

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan nilai tukar juga dirasakan banyak negara, dikarenakan aliran modal lari ke AS karena dianggap sebagai tempat yang lebih aman dari ketidakpastian.

“Dalam banyak hal adalah karena perilaku investor yang ingin melakukan sesuatu respons atas kondisi di AS. Memang kondisi pemilu membuat cukup banyak ketidakpastian dan menjadi capital flight to quality. Banyak negara berkembang yang portfolio manager cenderung melepas posisinya,” terang Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (17/11).

Kendati demikian, Agus meyakini tekanan terhadap nilai tukar Rupiah hanya bersifat sementara. Apalagi secara year to date (ytd), Rupiah masih mengalami apresiasi.

Baca Juga  Ruangan Kasie Pidsus Kejari Subang Ikut Disegel KPK

Masih bertahannya Rupiah karena fundamental ekonomi Indonesia cukup baik. Diukur dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen, kemudian inflasi yang bisa dijaga pada kisaran 3 persen dan defisit transaksi berjalan yang terkendali di sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kami katakan bahwa secara umum kita dengan kondisi ekonomi domestik stabil dan sehat. Kita lihat bahwa betul sejak 8 November sampai sekarang ada kondisi depresiasi tapi secara ytd kita masih ada apresiasi,” jelas dia (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Lebih Dari 2 Dekade Dieksekusi, Pria China Dinyatakan Tidak Bersalah

Nasional

Dimulai Januari 2021, 181,5 Juta Orang Indonesia Akan Divaksin Covid-19

Arsip

Tepatkah Presiden Jokowi Copot Mendikbud Anies Baswedan?

Nasional

Luhut: CEO SWF akan Diumumkan Presiden Jokowi Minggu Depan

Arsip

Selingkuh Penyebab Nomor Dua Perceraian, Apa Nomor Satunya

Nasional

Wapres: Hal Paling Menentukan Keluar dari Krisis adalah Covid-19 Ditangani

Ekonomi

How One Furniture Manufacturer Goes ‘Beyond Sustainability’

Berita

Diduga Dalang Dan Inisiator Suap Akil Mochtar Masyarakat Desak KPK Segera Tangkap Oknum Bupati Tapanuli Tengah