KompasnasionalRamai jadi pembicaraan masuknya gelombang WNA India masuk Indonesia mulai terasa.
Warga Jakarta akhirnya merasakan dampak dan diminta waspada atas temuan adanya mutasi virus corona India, B.1.617.
Seperti diketahui, WNA India secara bergelombang masuk Indonesia di saat pemerintah memperketat aturan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H/Mei 2021.
Di saat warga Indonesia dilarang bahkan setiap jalur mudik dijaga ketat aparat bersenjata, justru WNA India dan China bebas masuk Indonesia.
Kini kebijkan membiarkan WNA India masuk Indonesia secara bebas mulai berdampak pada warga Jakarta.
Otoritas setempat menemukan temuan jika telah terjadi mutasi virus corona India, B.1.617.
Hal tersebut telah dikonfirmasi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.
Orang nomor dua di Jakarta ini membenarkan mutasi virus corona India, B.1.617 telah masuk ke ibu kota.
Mutasi corona India sudah masuk Jakarta,” ujar Ahmad Riza Patria di Balai Kota pada Kamis, 20 Mei 2021.
Dengan temuan kasus tersebut, warga Jakarta diminta Ahmad Riza Patria untuk waspada.
Riza Patria meminta seluruh warga Jakarta lebih hati-hati lagi terhadap penyebih detail berapa korban yang telah terjangkit virus corona varian India ini.
Apalagi varian tersebut gejalanya tidak terlihat, penularannya cepat dan ini yang harus kita antisipasi,” katanya.
Mulai ditemukan korban warga Jakarta
Sementara Kepala Seksi Survailance dan Epidemiologi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan investigasi.
Ada satu korban yang saat ini diketahui terdeteksi terjangkit virus corona varian India.
Namun Ngabila Salama belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut korban tersebut tinggal di daerah mana.
“Sampel-sampel semua sudah kita kumpulkan kita lakukan pemeriksaan lagi,” ujarnya.
Varian baru Covid-19 yang diberi nama B.1.617 telah dilaporkan muncul di 17 negara sehingga meningkatkan kekhawatiran global.
Indonesia juga punya populasi padat dan adanya tradisi pergerakan massa yang tinggi, Indonesia harus mampu memetuk pelajaran dari apa yang terjadi di India saat ini.
B.1.617 berisi dua mutasi kunci di bagian luar “ujung runcing” virus yang menempel pada sel manusia, kata ahli virologi senior India, Shahid Jameel.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengatakan, garis turunan utama varian B.1.617 pertama kali diidentifikasi di India Desember 2020 meski versi sebelumnya teridentifikasi pada Oktober 2020.
Dua kasus ditemukan
Kasus penyebaran mutasi B.1.6.1.7 dari India ini mulai memakan korban.
Ada dua pasien yang ditemukan positif di Tangerang akibat mutasi virus corona dari India.
Kabar tersebut telah dibenarkan pihak otoritas setempat.
Ada dua kasus di Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji.
Kedua pasien masih menjalani perawatan di bawah pengawasan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.
Ati menjelaskan, keduanya yang merupakan warga Pondok Jagung, diduga tertular virus varian B.1.6.1.7 dari anak mereka yang tinggal di Jakart(PRC/Red)








