Viewer: 806
0 0

Home / Kesehatan

Senin, 20 Juli 2020 - 19:24 WIB

Wapres Ma’ruf Amin Mengingatkan Pentingnya Pesantren Menerapkan Protokol Kesehatan

Viewer: 807
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Pondok pesantren bisa menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 apabila tidak dilakukan pencegahan dengan mempersiapkan prosedur penerimaan kembali santri sesuai protokol kesehatan.

“Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, ini (pesantren) bisa menjadi klaster baru. Ini yang saya lebih takutkan,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam video yang diunggah di akun Youtube resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, Minggu (19/7).

Penyebaran COVID-19 di kalangan pesantren dapat terjadi secara cepat karena umumnya santri dan para pengasuh atau pengajar berasal dari berbagai daerah.

Sehingga, kata dia, persiapan tes dan penyediaan sarana kesehatan di pondok pesantren harus dipastikan siap sebelum menerima santri kembali ke asrama.

Baca Juga  Dokter Italia Klaim Serangan Virus Korona Mulai Melemah

“Pesantren ini kan kalau tidak dipersiapkan, ini bisa bahaya. (Misalnya) Datang anak, kemudian ada yang terpapar, maka itu bisa menjadi klaster baru di pesantren itu,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Ma’ruf, banyak pesantren dengan kondisi kurang layak untuk dihuni secara berkelompok, khususnya ruang kamar tidur yang diisi oleh santri dengan jumlah lebih dari kapasitas seharusnya.

“Pesantren kan banyak yang tempatnya dempet-dempetan, (ada yang) satu kamar itu mestinya lima orang tapi dipakai untuk 15 orang. Saya kan alumni pesantren, jadi tahu, memang pesantren itu kan begitu apa adanya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Ma’ruf meminta seluruh pengurus pondok pesantren menerapkan protokol kesehatan dengan ketat ketika ingin memulai kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka.

Baca Juga  Menkes Prediksi Puncak Kasus COVID-19 Omicron XBB Bakal Seperti Ini

Pengurus pesantren diminta memberlakukan rapid test terhadap seluruh santri dan pengajar sebelum memulai kegiatan pembelajaran di pondok.

Selain itu, sarana kesehatan di lingkungan pesantren juga harus memenuhi standar protokol kesehatan, yakni memiliki tempat cuci tangan, sanitasi dan tempat wudu bersih.

“Oleh karena itu, pertama, yang masuk harus steril, jadi harus di-rapid test dulu bahwa dia tidak terinfeksi. Kemudian ada tempat cuci tangan dan sebagainya, kamarnya diatur dengan baik. Kalau tidak begitu, maka pesantren bisa menjadi klaster baru untuk COVID-19,” ujarnya. (JPNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Tertinggi Ke 2 Capaian Vaksinasi, Pemda Halsel Terima Penghargaan Dari Gubernur

Headline News

Lions Club Golden Estate Sumbang APD ke Rumah Sakit Royal Prima

Kesehatan

Kasus Covid-19 Naik 500 Persen, Dokter Sulit Tentukan Penerima Oksigen

Berita

Pastikan Vaksin Aman, Tim BPOM Pantau Langsung Produksi di China

Arsip

Kematian Akibat Hepatitis Virus Berhubungan dengan Hepatitis B dan C Kronis

Kesehatan

Pakar Hukum: Obat Covid-19 Temuan Unair, BIN dan TNI AD adalah Sebuah Kebanggaan

Kesehatan

Bisa Jadi Obat Rumahan Hanya dengan Rutin Konsumsi Air Rebusan Daun Pandan, Hilangkan Penyakit Mematikan Ini!
Jangan Buang Biji Semangka, Khasiatnya Luar Biasa Bagi Kesehatan Tubuh -kompasnasional

Arsip

Jangan Buang Biji Semangka, Khasiatnya Luar Biasa Bagi Kesehatan Tubuh