Viewer: 695
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 12 Juni 2020 - 09:10 WIB

LIPI Uji Klinis Herbal untuk Pasien Corona

Viewer: 696
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

Kompasnasional | Kasus penularan virus corona di Indonesia, khususnya Kabu­paten Bogor, belum juga surut pasca lebih dari sebulan pem­berlakuan Pembatasan So­sial Berskala Besar (PSBB). Semakin mengkhawatirkan lantaran vaksin dan obat virus tersebut belum muncul.

Tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun menggandeng sejumlah lembaga kedokteran dan tim riset dalam mela­kukan uji klinis produk herbal Indonesia untuk pasien Covid-19.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mengatakan, uji klinis dilakukan pada 90 pa­sien Covid-19, di mana ada dua produk yakni cordyceps militaris dan kombinasi her­bal yang terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung yang diuji.

Menurutnya, uji klinis ini menjadi yang pertama bagi pengembangan suplemen dan obat di Indonesia untuk penanganan Covid, karena dipimpin dan dirancang pe­neliti lokal. ”Kalau berhasil, uji klinis ini akan membukti­kan suplemen yang selama ini diproduksi bisa klaim un­tuk penanganan Covid-19. Potensi jadi produk ekspor unggulan Indonesia,” terang­nya.

Baca Juga  5 Tanda Seseorang Diam-diam Pernah Terinfeksi Corona

Sementara itu, Koordinator Uji Klinis dari Pusat Peneli­tian Bioteknologi LIPI, Mas­teria Yunovilsa Putra, mene­rangkan, kombinasi herbal

yang sedang diuji klinis itu sudah memiliki nomor izin edar. Ada prototipe dan da­tanya serta sudah memiliki izin edar dari BPOM. Se­hingga obat dan suplemen herbal ini diharapkan tak hanya untuk mengobati, namun

dapat digunakan sebagai pencegahan untuk Orang da­lam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Co­vid-19. “Diharapkan pada Juli, analisis dan hasil semen­tara dari uji klinis sudah ter­lihat,” ujarnya.

Ia menambahkan, riset ini telah dilakukan sejak Maret diawali dengan pengkajian ilmiah terhadap beberapa komoditas herbal Indonesia yang diperkirakan memiliki aktivitas imunomodulator. ”Jika nanti tanaman herbal ini lulus uji klinis, ketersedia­annya terjamin dan mudah ditemukan di sekitar,” ujar Masteria.

Jamu Diburu saat Pandemi

Di lain sisi, permintaan jamu untuk pencegahan pe­nularan Covid-19 selama pandemi rupanya cukup tinggi. Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia, Saeful Ramadhan, menga­takan, permintaan produk jamu yang dijual sejak dua bulan awal pandemi corona di Kabupaten Bogor terus meningkat.

Baca Juga  Jangan Dibuang, Biji Buah Pepaya Ternyata Banyak Khasiatnya!

Dalam dua bulan, sekitar 5.000 botol produk jamu ter­sebar ke konsumen di ber­bagai wilayah Kabupaten Bogor. Mulai dari Cibinong, Parung, Jasinga, Citeureup hingga Gunungputri. ”Ke Kota Bogor sekitar 100 botol, ke Subang 500 botol dan Tangerang sampai 2.000 botol,” paparnya.

Menurutnya, jamu dipercaya menjadi alternatif mening­katkan imun tubuh di tengah ancaman penularan virus corona sekaligus menggugah kesadaran masyarakat mo­dern akan kearifan leluhur dalam menjaga kesehatan bahan alami yang dihasilkan dari bumi sendiri.

”Selain itu, juga untuk mengcounter monopoli da­gang produk farmasi berupa vitamin yang harganya sudah tak lagi masuk akal, naik hingga tiga kali lipat dari harga normal,” tutup Epul, sapaan karibnya. (M/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Warga Jatim Diminta Tak Hamil Dulu Selama Pandemi COVID-19

Daerah

Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona

Berita

Anggota BEM Terbang ke Asmat Zaadit Taqwa Tidak Terlihat

Kesehatan

Menkes Terawan Keluarkan Panduan New Normal di Tempat Kerja: Shift, Makan hingga Edukasi Karyawan

Kesehatan

Dekan FEM IPB: Daun kelor khasiatnya lebih baik dari jeruk dan wortel

Kesehatan

Bisa Kurangi Gula Darah hingga Menghilangkan Plak pada Gigi, Berikut 5 Manfaat Luar Biasa Lidah Buaya Bagi Tubuh

Kesehatan

Pesan Spesialis Jantung Agar tak Kolaps Seperti Dialami Markis Kido dan Eriksen

Kesehatan

Babak Baru Vaksin Merah Putih Unair