Home / Opini

Minggu, 24 Januari 2021 - 13:46 WIB

Natalius Pigai Diskakmat Balik Wamenkumhan, Langsung Menciut!

Viewer: 438
0 0
Terakhir Dibaca:54 Detik

Kompasnasional l Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumkam) Eddy Hiariej blak-blakkan merespons balik ucapan Natalius Pigai terhadap dirinya.

Eddy membeberkan pernyataanya yang menyebut penolak vaksin bisa di penjara terlontar dalam satu konteks khusus, yakni Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.
Wamenkumhan lantas menyoroti ucapan Pigai yang keliru soal ultimum remidium.

“Ultimum remidium itu tiga landasan hukum modern. Satu, orientasinya pada perlindungan masyarakat dari kejahatan, kedua, ultimum remidium, dan ketiga multidisipliner,” ujar Eddy Hiariej seperti dikutip GenPI.co pada Jumat (22/1).

Baca Juga  Potensi Buni Yani Tersangka Hingga Kambing Hitam Kasus Nista Agama

Menurut Eddy, bicara ultimum remidium, maka itu terkait dengan sifat dan karakteristik hukum pidana.

Belajar dari mana dia? Ini keliru lagi,” tegas Wamenkumham.

Eddy Hiariej lantas memberikan pernyataan menohok ke Natalius Pigai.

Dia mengaku bisa memberi kuliah umum satu sks kepada Natalius Pigai untuk menjelaskan hal tersebut.

Baca Juga  TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf

“Orang itu harus berbicara sesuai keahliannya. Saya tidak pernah mendengar Pigai ahli hukum pidana, jadi nggak usah bicara lagi,” kata Eddy.

Sebelumnya, Natalius Pigai mengkritik pernyataan Eddy Hiariej yang mengatakan penolak vaksin bisa di penjara.

Menurut Pigai, opsi penjara baru bisa diterapkan ketika pemerintah menetapkan keadaan kekarantinaan darurat nasional.(GPI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Kompolnas: Polri Harusnya Lakukan Tindakan Preventif dan Preemtif Kerumunan Massa Habib Rizieq

Opini

Ombudsman: Staf Khusus Milenial Tidak Bisa Terbitkan Surat Berisi Perintah

Opini

Pengamat Ini Sebut Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Gegara Gaya Komunikasi Nadiem Makarim

Opini

Komjen Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri Pilihan Jokowi, Begini Reaksi PB PMII

Arsip

Potensi Buni Yani Tersangka Hingga Kambing Hitam Kasus Nista Agama

Opini

Soroti Partai Demokrat, Akademisi UGM: Bubar Saja Rakyat Sudah Muak

Opini

Pakar: Anies Baswedan Bisa Dihukum karena Izinkan Reklamasi Ancol

Opini

Kasus Yodi Prabowo, Neta IPW Terheran-heran: 37 Tahun Belajar Kriminologi Baru Kali Ini Bunuh Diri 4 Tusukan