Home / Opini

Minggu, 24 Januari 2021 - 13:46 WIB

Natalius Pigai Diskakmat Balik Wamenkumhan, Langsung Menciut!

Viewer: 447
0 0
Terakhir Dibaca:54 Detik

Kompasnasional l Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumkam) Eddy Hiariej blak-blakkan merespons balik ucapan Natalius Pigai terhadap dirinya.

Eddy membeberkan pernyataanya yang menyebut penolak vaksin bisa di penjara terlontar dalam satu konteks khusus, yakni Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.
Wamenkumhan lantas menyoroti ucapan Pigai yang keliru soal ultimum remidium.

“Ultimum remidium itu tiga landasan hukum modern. Satu, orientasinya pada perlindungan masyarakat dari kejahatan, kedua, ultimum remidium, dan ketiga multidisipliner,” ujar Eddy Hiariej seperti dikutip GenPI.co pada Jumat (22/1).

Baca Juga  Kasus Penipuan, Anak Angkat Marzuki Alie Bakal Diperiksa Polisi

Menurut Eddy, bicara ultimum remidium, maka itu terkait dengan sifat dan karakteristik hukum pidana.

Belajar dari mana dia? Ini keliru lagi,” tegas Wamenkumham.

Eddy Hiariej lantas memberikan pernyataan menohok ke Natalius Pigai.

Dia mengaku bisa memberi kuliah umum satu sks kepada Natalius Pigai untuk menjelaskan hal tersebut.

Baca Juga  Jerinx SID Tantang Polisi Soal Demo Tolak Tes Covid-19, Ini Reaksi Polri

“Orang itu harus berbicara sesuai keahliannya. Saya tidak pernah mendengar Pigai ahli hukum pidana, jadi nggak usah bicara lagi,” kata Eddy.

Sebelumnya, Natalius Pigai mengkritik pernyataan Eddy Hiariej yang mengatakan penolak vaksin bisa di penjara.

Menurut Pigai, opsi penjara baru bisa diterapkan ketika pemerintah menetapkan keadaan kekarantinaan darurat nasional.(GPI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

MUI Minta Menag Yaqut Hati-hati soal Afirmasi Hak Beragama Syiah-Ahmadiyah

Arsip

Sekali Dayung, Gaet Tiga Laki-Laki Bersaudara

Opini

ACTA nilai alasan reklamasi sangat konyol dan berbau SARA.

Berita

Ahok Sudah Ikhlaskan Vero untuk Julianto Tio Sang ‘Good Friend’

Opini

Buya Syafii Maarif: Mendewa-dewakan Keturunan Nabi Adalah Perbudakan Spiritual

Opini

Pengamat Beberkan Penyebab Kebocoran Data Denny Siregar

Berita

Penangkapan Ikan Mas Dikaitkan Tragedi KM Sinar Bangun di Toba

Opini

Hadiri Deklarasi KAMI, Hikmahanto: Dubes Palestina Bisa Dipanggil Pulang