Viewer: 681
0 0

Home / Opini

Senin, 7 September 2020 - 10:54 WIB

Demokrat soal Cuit Paha Dianggap Pelecehan: Perlu Pembuktian

Viewer: 682
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Kompasnasional | Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan akan mendalami konteks kicauan salah satu kadernya, Cipta Panca Laksana, soal ‘paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget’.
Pihaknya tak akan serta merta menafsirkan cuitan tersebut memiliki unsur pelecehan seksual seperti yang diutarakan oleh bakal calon wali kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Saras atau Sara.

“Kami juga akan melihat konteksnya Panca Laksana dalam Tweet-nya tersebut, dan tidak serta merta menafsirkan sesuai apa yang dituduhkan Sara,” kata Herman kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

Herman menyatakan keluarga besar Partai Demokrat sudah terbiasa untuk saling mengingatkan para kadernya selama ini.

Baca Juga  Koalisi Pilpres 2024, M Qodari: PDIP-Gerindra Sudah "Kawin Gantung"

Untuk kasus Panca, kata dia, pihaknya perlu pembuktian terlebih dulu terkait adanya unsur dugaan pelecehan seksual dalam cuitan tersebut.

“Tetapi terkait penafsiran yang dituduhkan Sara perlu pembuktian dulu bahwa itu pelecehan,” kata Herman.

Terpisah, bakal calon wakil wali kota Tangsel Rahayu Saraswati masih belum membeberkan rencana melaporkan cuitan Panca tersebut. Ia hanya menyatakan akan merespon lebih lanjut terkait cuitan Panca tersebut pada hari ini.

Sebelumnya, Panca Laksana mengundang kontroversi para pengguna Twitter Indonesia setelah menulis pernyataan yang menyinggung paha salah satu calon wakil wali kota Tangsel.

“Paha Calon Wakil Wali Kota Tangsel itu mulus banget,” cuit Panca di akun @Panca66.

Cuitan Panca tersebut diduga ditujukan kepada Rahayu Saraswati. Rahayu sendiri adalah satu-satunya perempuan calon wakil wali kota Tangsel. Dia maju berpasangan dengan kader PDIP Muhammad.

Baca Juga  Debat Adian Vs Erick Baiknya Disiarkan Langsung

“Pelecehan tidak ada hubungannya dengan afiliasi politik, beda pilihan politik bukan berarti bisa dilecehkan, atau karena saya perempuan bukan berarti bisa dilecehkan, pelecehan hanya dilakukan oleh mereka yang berjiwa kerdil dan pengecut,” tulis Sara.

Panca sendiri telah menjawab kritik yang datang kepada dirinya tersebut. Ia menyatakan pernyataannya itu biasa dan tidak menyinggung kepada siapapun.

“Saya enggak ada nyebut (nama) siapa-siapa. Cuitan biasa saja, cuma dikomen pak Said Didu” kata Panca, Minggu (6/9).(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Menteri Jonan: Program BBM Satu Harga Tidak Boleh Gagal

Arsip

THR PNS Akan Cair Besok

Opini

Kecurigaan Boni Hargens soal KAMI dan Penyandang Dana di Baliknya

Opini

Firli KPK Naik Helikopter Jadi Polemik, Neta IPW Curigai Taliban & The Gang

Opini

Capres Muda dengan Elektabilitas Tinggi Terbentur Restu Partai di 2024

Berita

Besok Sidang Gugatan Cerai, Ahok Sudah Terima Surat Panggilan

Opini

Abu Janda Sudah Bertemu Natalius Pigai, Begini Sikap Tegas DPP KNPI

Opini

Peneliti LIPI: Saling Mencemooh dan Melecehkan Sama Sekali Bukan Demokrasi