Home / Opini

Jumat, 28 Mei 2021 - 14:31 WIB

Koalisi Pilpres 2024, M Qodari: PDIP-Gerindra Sudah “Kawin Gantung”

Viewer: 379
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

Kompasnasional l Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menyatakan koalisi antara PDIP dan Gerindra pada Pilpres 2024 diprediksi bakal terjadi, bahkan tinggal menunggu waktu peresmian untuk mengokohkan koalisi.

“Menurut saya hampir pasti, PDIP ini berkoaslisi dengan Gerindra, bahkan istilahnya PDIP dengan Gerindra ini sudah kawin gantung begitu, tinggal menunggu peresmiannya saja pada tahun 2024 yang akan datang,” ujar Qodari, Jumat (28/05/2021).

Menurutnya, kepastian koalisi PDIP dan Gerindra di 2024 dipengaruhi oleh tiga faktor; Pertama adalah soal kedekatan ideologi antara PDIP dan Gerindra yang keduanya sama-sama mengusung ideologi nasionalis-proteksionis.

“Kedekatan ideologi antara PDIP dengan Gerindra sama-sama partai nasionalis proteksionis, itu istilah saya untuk menggambarkan suatu spektrum ideologi yang nasionalis yang berusaha memproteksi kalangan kelas menengah ke bawah, berbeda dengan nasionalis pro kapital atau pasar bebas,” ungkap Qodari.

Kedua, lanjut Qodari, faktor hubungan sejarah. Kedekatan pribadi antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bukan baru kemarin sore terjalin, melainkan memiliki sejarah yang panjang. Ada peran penting dari Megawati terhadap kepulangan Prabowo ke Tanah Air dari luar negeri.

Baca Juga  Tito: Pembuat KTP Djoko Tjandra Tak Salah Menurut Aturan

“Hubungan kesejarahannya panjang, kepulangan Pak Prabowo ke Indonesia itu ada peran Ibu Mega dan Pak Taufik Kiemas almarhum dan menurut saya itu tidak bisa dilupakan dan tidak mungkin dilupakan,” bebernya.

Ketiga, kata Qodari, kedekatan pribadi antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo, walaupun rival 2 kali, sesungguhnya keduanya sangat dekat dan saling membantu satu dengan yang lain, ketika dibutuhkan.

“Nah ini 3 variabel yang menyebabkan koalisi PDIP dengan Gerindra itu hampir pasti,” jelas Qodari.

Qodari menambahkan, ada beberapa opsi formasi pasangan calon presiden dan wakil presiden jika PDIP dan Gerindra resmi berkoalisi. Kalau terjadi amendemen UUD 1945 maka Jokowi akan maju lagi menjadi Capres didampingi Prabowo sebagai Cawapresnya.

Baca Juga  Sebut Didanai Pemodal Raksasa, Ade Armando: Rizieq Adalah Orang yang Bisa Membuka Kotak Pandora

“Jadi Jokowi-Prabowo menuju 2024 yang akan datang dan kemungkinannya akan melawan kotak kosong karena kalau Jokowi dan Prabowo bergabung, maka kemungkinan partai politik yang tersisa tidak bisa memenuhi syarat 20% pengajuan calon,” imbuh Qodari yang juga deklarator pasangan Jokowi-Prabowo 2024.

Namun, bila amandeman UUD 1945 tidak terjadi, maka sosok Prabowo Subianto akan dijadikan Capres disandingkan dengan calon wakil presiden dari PDIP. Soal siapa yang akan dimajukan masih menunggu analisa dan keputusan dari Ketua Umum PDIP.

“Opsi yang paling mungkin saat ini adalah Puan Maharani tetapi belum tahu ya, karena perjalanan politik menuju pendaftaran calon bulan Juni 2023 masih 2 tahun lagi. Yang jelas bukan dengan Ganjar Pranowo karena Ganjar sudah dianggap offside dan bertentangan dengan PDIP Pusat,” pungkas Qodari.(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Mantan Jubir KPK Sebut Mensos Juliari Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya

Opini

Abu Janda, Fenomena Influencer Banyak Aksi Kurang Referensi

Opini

Pengacara Djoko Tjandra Bisa Dipidana

Berita

Diduga adanya Kecurangan Proses rekrutmen,Peserta seleksi Satpol PP Laporkan ke Ombudsman

Opini

Husein Shihab Pilih Lapor Polisi ketimbang Percaya Klaim Haikal Hassan Bermimpi Ketemu Nabi

Arsip

Selingkuh Penyebab Nomor Dua Perceraian, Apa Nomor Satunya

Opini

Ombdusman RI Nilai Pengunggah Humor Polisi Jujur Diperlakukan Mengarah ke Arah Intimidasi

Arsip

TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf