Home / Arsip / Arsip 2017 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 23 Januari 2017 - 14:15 WIB

Siapa Permainkan Harga Cabai?

Viewer: 604
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 44 Detik

Kenaikan harga cabai rawit merah membuat ibu-ibu rumah tangga kesal. Konsumsi cabai terpaksa dikurangi. Sambal pun tak sepedas sebelumnya.

Apa penyebab kenaikan harga cabai ini? Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengungkapkan, setelah melakukan pantauan ke daerah-daerah sentra cabai, faktor utama memang akibat curah hujan yang tinggi sehingga panen cabai tidak maksimal.

Dibandingkan dengan kota-kota lain, kenaikan harga cabai tertinggi terjadi di DKI Jakarta. Contoh di Surabaya pada tanggal 16 Januari harga cabai rawit merah hanya Rp 92 ribu per kilogram, Bandung Rp 117 ribu per kilogram dan Banjarmasin Rp 121 ribu per kilogram.

Soal dugaan ada permainan di tingkat pedagang terutama dari para spekulan, Oke menegaskan, cabai bukan komoditi yang bisa disimpan lama karena akan cepat membusuk. Meski begitu, dia mengakui kemampuan ada spekulan itu, namun skalanya di tingkat lokal dan tidak akan berdampak nasional. “Cabai rawit beda dengan komoditi jangka panjang yang bisa disembunyikan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (17/1).

Oke membenarkan, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini merupakan kenaikan harga cabai yang sangat tinggi. Kemendag sampai sibuk mencari pasokan ke daerah yang harganya terjangkau, seperti Kupang dan Malang.

Baca Juga  Ferdy Sambo Minta Dibebaskan di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kata dia, biasanya pasokan di pasar induk Kramat Jati 150 ton sampai 200 ton per hari. Namun saat ini pasokan itu tidak sampai 50 ton. Dari Malang, Bulog hanya mengambil 600 kg dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) 1 ton.

“Karena tadi daerahnya yang memproduksi panen itu tidak banyak,” kata Oke.

Kemendag, lanjut dia, bekerjasama dengan Kementerian Pertanian sudah melakukan beberapa langkah terhadap situasi ini. Seperti, terus menginformasikan kepada konsumen dan petani terkait harga. Juga menginformasikan sentra-sentra produksi yang panen dan tidak hujan. Serta menugaskan PPI dan Bulog untuk menyerap dan mendistribusikan ke daerah-daerah yang harganya tidak melonjak terlalu jauh.

Kendati kenaikan harga ini sudah sangat tinggi, Kemendag hingga kini tidak akan melakukan impor. Menurut Oke, jika membuka impor sama saja dengan membunuh para petani.

Impor juga merupakan langkah terakhir yang bakal diambil jika tidak ada solusi lain. Kenaikan harga ini dinilai wajar karena bersifat sementara. Kompensasi petani harusnya 6 ton malah menjadi 2 ton yang akhirnya harga naik 3 kali lipat.

“Lagi pula kita enggak terlalu khawatir masalah cabai rawit karena 0,25 persen pengaruhnya terhadap inflasi,” ungkap dia.

Baca Juga  Head Teller Gelapkan Rp3 M Uang Nasabah Bank Sumut Kabanjahe

Saat ini, kata dia, untuk operasi pasar memiliki pola berbeda. Karena yang diperhatikan selain petani juga pedagang. Kemendag meminta jangan buru-buru buka operasi pasar, kalau ada barang langsung pasok ke pedagang.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG curah hujan tinggi hanya sampai Februari. Dengan demikian harga cabai diharapkan normal kembali pada Februari.

Sementara itu, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan, cabai termasuk satu pangan rantai yang distribusinya panjang. Oleh karena itu berpotensi menimbulkan gangguan terhadap harga yang sekarang ini gabungan yaitu distribusi kurang dan distribusi panjang. Hal tersebut yang membuat harga sangat tinggi. Dia mengkau belum bisa menyimpulkan adanya permainan harga. Namun kemungkinan tersebut bisa terjadi. Saat ini pihaknya terus memonitoring ke pasar-pasar.

Bila ditilik, di level bandar jumlahnya tidak banyak. Jika persaingan pasarnya itu bersifat oligopoli. Dia menduga ada beberapa pemain menguasai pasar, kalau ada seperti itu ada kemungkinan ke persekongkolan untuk mengurangi pasokan ke pasar yang membuat harga semakin tinggi. Atau bisa mengarah kesepakatan harga.

“Tapi faktanya belum kita temukan, tim masih bekerja,” ucap Syarkawi (msk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Jokowi: Kinerja Penegakan Hukum Bukan dari Banyaknya Temuan Kasus Korupsi

Nasional

Sofyan Djalil Tegaskan BPN Tidak Akan Menarik Sertifikat Fisik

Arsip

Film Warkop DKI Reborn Dibajak Live Streaming Pakai Kamera Ponsel

Nasional

Anggota DPR desak Freeport terbuka mengapa selalu menunda pembangunan smelter
Emas

Berita

Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Jadi Rp950 Ribu per Gram

Berita

KPK Amankan Delapan Orang Dalam OTT Bupati Subang
Bakal Wagub Ahok Diperiksa KPK Terkait Kasus Reklamasi-KompasNasional

Arsip

Bakal Wagub Ahok Diperiksa KPK Terkait Kasus Reklamasi

Berita

Indomaret Simpang Kantor Dirampok Uang Rp150 Juta Lenyap