Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Selasa, 27 Desember 2016 - 14:43 WIB

Kebohongan Pemerintah Soal Buruh China di Indonesia Terungkap, Ini Faktanya

Viewer: 647
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan bebas visa bagi Tiongkok. Pasalnya, kebijakan itu banyak disalahgunakan oleh tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, data TKA Tiongkok yang dilansir Kementerian Ketenagakerjaan berjumlah sekitar 21 ribu adalah kebohongan besar. Sebab, data tersebut hanya mencatat TKA legal yang punya keahlian dan berketrampilan. Sedangkan yang dipersoalkan serikat buruh dan masyarakat adalah TKA Tiongkok yang tidak punya keahlian, tidak berketrampilan, dan ilegal.

KSPI mencatat jumlahnya mencapai ratusan ribu orang yang bekerja di sektor manufaktur, PLTU, perdagangan, jasa dan tersebar di Bali, Kalimantan, Sulawesi Utara, Papua, Banten hingga Jakarta.

Baca Juga  Gugatan Ditolak Bawaslu, PKB Medan Tak Ikut Pileg 2019

“Bahkan, di Pulogadung ada TKA Tiongkok ribuan orang sebagai unskill worker tidak tercatat di Kemenaker,” kata Said kepada wartawan, Senin (26/12).

Dia mengatakan, kehadiran ribuan TKA ilegal asal Tiongkok telah melanggar Undang-Undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang menyebut TKA yang diperbolehkan di Indonesia hanya yang punya keahlian khusus, wajib didampingi satu pekerja lokal, dan menghormati budaya lokal seperti bisa berbahasa Indonesia.

Baca Juga  Liverpool Sudah Dapat Pengganti Coutinho, Lihat Skillnya!

“Tapi faktanya TKA Tiongkok bekerja unskill worker seperti sopir forklift, tukang batu, operator mesin dan lain-lain yang menghilangkan kesempatan kerja buruh lokal,” jelas Said.

Untuk itu, KSPI mendesak pemerintah mengambil langkah menghentikan kehadiran TKA asal Tiongkok yang tidak punya keahlian karena akan membahayakan bangsa Indonesia dari segi ekonomi, budaya, sosial, bahkan ideologi dan politik.

“Stop retorika menaker yang sibuk menyangkal data TKA Tiongkok dan memberikan data keliru kepada Presiden Jokowi,” tegas Said (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Pemeriksaan Ahok dan Harapan Lulung-KompasNasional

Arsip

Pemeriksaan Ahok dan Harapan Lulung

Berita

BNN Ungkap Jaringan Narkoba di Lapas Lubuk Pakam, Napi Setor Rp 50 Juta per Minggu untuk Sipir
Keinginan yang Tak Dipenuhi Serta Dendam di Balik Tewasnya Eno-KompasNasional

Arsip

Keinginan yang Tak Dipenuhi Serta Dendam di Balik Tewasnya Eno

Arsip

Cerita Audi Marissa dan Pola Makan Yang Berantakan

Ekonomi

No Arms, No Legs, No Worries

Arsip

Hotel And Spa Fortune Jakarta Pusat Terbakar

Berita

Mungkin “Ada Mafia “? Di Pengelolaan DAK Fisik Pendidikan Kota Pematangsiantar

Berita

Pelaku Pembunuhan Polisi di Aceh Utara Diduga Gembong Narkoba