Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Selasa, 27 Desember 2016 - 14:43 WIB

Kebohongan Pemerintah Soal Buruh China di Indonesia Terungkap, Ini Faktanya

Viewer: 635
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan bebas visa bagi Tiongkok. Pasalnya, kebijakan itu banyak disalahgunakan oleh tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, data TKA Tiongkok yang dilansir Kementerian Ketenagakerjaan berjumlah sekitar 21 ribu adalah kebohongan besar. Sebab, data tersebut hanya mencatat TKA legal yang punya keahlian dan berketrampilan. Sedangkan yang dipersoalkan serikat buruh dan masyarakat adalah TKA Tiongkok yang tidak punya keahlian, tidak berketrampilan, dan ilegal.

KSPI mencatat jumlahnya mencapai ratusan ribu orang yang bekerja di sektor manufaktur, PLTU, perdagangan, jasa dan tersebar di Bali, Kalimantan, Sulawesi Utara, Papua, Banten hingga Jakarta.

Baca Juga  Akun Youtube Resmi Presiden Jokowi Mulai Bisa Diakses Pagi Ini

“Bahkan, di Pulogadung ada TKA Tiongkok ribuan orang sebagai unskill worker tidak tercatat di Kemenaker,” kata Said kepada wartawan, Senin (26/12).

Dia mengatakan, kehadiran ribuan TKA ilegal asal Tiongkok telah melanggar Undang-Undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang menyebut TKA yang diperbolehkan di Indonesia hanya yang punya keahlian khusus, wajib didampingi satu pekerja lokal, dan menghormati budaya lokal seperti bisa berbahasa Indonesia.

Baca Juga  Cabuli Pacar, Mahasiswa di Aceh Terancam Dicambuk 90 Kali

“Tapi faktanya TKA Tiongkok bekerja unskill worker seperti sopir forklift, tukang batu, operator mesin dan lain-lain yang menghilangkan kesempatan kerja buruh lokal,” jelas Said.

Untuk itu, KSPI mendesak pemerintah mengambil langkah menghentikan kehadiran TKA asal Tiongkok yang tidak punya keahlian karena akan membahayakan bangsa Indonesia dari segi ekonomi, budaya, sosial, bahkan ideologi dan politik.

“Stop retorika menaker yang sibuk menyangkal data TKA Tiongkok dan memberikan data keliru kepada Presiden Jokowi,” tegas Said (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Menteri Keuangan Beberkan Pentingnya Tax Amnesty-KompasNasional

Arsip

Menteri Keuangan Beberkan Pentingnya Tax Amnesty

Arsip

Cabuli Pacar, Mahasiswa di Aceh Terancam Dicambuk 90 Kali

Berita

Anggota TNI Ini Diberi Penghargaan setelah Tangkap Dua Perampok Sekaligus

Berita

Kangkangi Permendikbud, SDN 060942 Medan Deli Legalkan Pungli
Saat Malam Pertama, Suami Kaget Istrinya yang Lugu Minta Gaya Aneh-kompasnasional

Arsip

Saat Malam Pertama, Suami Kaget Istrinya yang Lugu Minta Gaya Aneh

Arsip

Kapolda Metro sebut dua pria ini 90 persen terlibat penyiraman Novel

Arsip

Kabar Duka, Penyanyi Lawas January Christy Meninggal Dunia

Arsip

Kontrak Mau Habis, Indra Sjafri Tunggu Keputusan PSSI