Home / Berita / Internasional / Olahraga / Reviews

Senin, 12 Februari 2018 - 13:31 WIB

Bos Movistar Yamaha Tak Yakin MotoE dapat Gantikan Kompetisi MotoGP

Viewer: 589
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

KompasNasional.com – Bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis, tidak yakin bahwa MotoGP bisa digantikan dengan kompetisi balap motor listrik, MotoE yang didukung Dorna. Meski demikian, ia mengaku MotoE masih berpotensi untuk mengambil alih kelas lain dalam kejuaraan dunia.

Pada musim 2019, MotoE World Cup akan menjadi bagian dari kompetisi balap pilihan di Eropa. Sekiranya 18 pembalap akan hadir dalam grid yang didukung oleh tujuh tim satelit MotoGP dan skuad utama dari Moto2 dan Moto3.

Berbicara soal subjek sebelum final musim 2017 di Valencia, Jarvis yakin Dorna benar-benar mengejar segmen motor listrik. Meski demikian, perkembangan balap motor listrik diyakini tidak dapat menggeser posisi MotoGP yang telah mendominasi sejak puluhan tahun lamanya.

Baca Juga  PERCASI SAMOSIR GELAR MUSKAB DAN PELANTIKAN PENGURUS PERIODE TAHUN 2025 - 2029

Jarvis juga merasa motor listrik akan membawa peran yang lebih menonjol dalam bentuk balapan yang dipentaskan di dekat area built-up dimana suara nyaring mesin biasanya menjadi masalah utama.

“Saya pikir ini benar-benar waktu yang tepat bagi Dorna untuk memulai melihat teknologi listrik. Tapi tampaknya hal ini akan memakan waktu yang lama. Mungkin tidak akan pernah mengambil alih kelas MotoGP, tapi mungkin menggantikan kelas lain,” terang Jarvis, sebagaimana dilansir dari Motorsport Week, Senin (12/2/2018).

“Pastinya motor listrik akan mengadopsi disiplin ilmu dari Motocross atau enduro dimana kebisingan menjadi isu yang jauh lebih sensitive karena tempat kendaraan ini digunakan lebih dekar ke daerah perkotaan. Mereka mungkin punya masa depan yang besar di sana,” lanjutnya.

Baca Juga  Puskesmas Pengkadan Adakan Lokakarya Mini, Tingkatkan Capaian Program Kesehatan

Bos Movistar Yamaha ini mengakui industri sepeda motor tertinggal dari industri mobil dalam hal pengembangan listrik dan menganggap Formula E harus dipuji karena menarik pabrikan melepaskan eksploitasi motorsport lainnya untuk fokus pada rangkaian listrik sepenuhnya.

“Realistis, saya pikir industri kami sedikit tertinggal dari industri mobil. Tapi masih menarik untuk melihat jumlah produsen yang beralih menuju FormulaE, ini tentunya melebihi harapan saya. Jika Anda melihat balap, emosi yang Anda dapatkan dari kebisingan dan kekuatan asal. Kami harus memberi penghargaan pada Formula E, karena banyak produsen mengentikan disiplin balap lainnya untuk berinvestasi di bidang listrik,” tuntasnya.(Okezone/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

6 Fakta Febrie Adriansyah Tersangka TPPU dan Dititip di Rutan KPK

Berita

Pelantikan DPP LSKM Kalbar Periode 2021-2026

Olahraga

Robert Lewandowski Sabet Gelar Pemain Terbaik FIFA 2020, Ungguli Cristiano Ronaldo dan Lionel MessiRobert Lewandowski Sabet Gelar Pemain Terbaik FIFA 2020, Ungguli Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

Berita

Bakwan Juwarak Viral Di Jakarta,WaliKota : Kebanggan Pontianak Kuliner Nya Terkenal Ke Ibu Kota

Arsip

Lily Wahid Tegaskan Tak Ada Agenda Lengserkan Presiden Jokowi

Berita

Kesiapan Menghadapi Karhutla, Danramil 1206-07/Empanang Cek Perlengkapan Alat Damkar.

Berita

FASTEK-UNHENA TOBELO GELAR YUDISIUM PERDANA

Berita

RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PENYELESAIAN ISU STRATEGIS DPSP DANAU TOBA