Home / Arsip / Arsip 2016 / Olahraga / Reviews

Kamis, 12 Mei 2016 - 13:19 WIB

Dilecehkan Suporter, Wasit Homoseksual Berhenti dari Sepakbola

Viewer: 519
0 0
Terakhir Dibaca:42 Detik

Untuk kali pertama dalam sejarah sepakbola Spanyol, seorang wasit homoseksual mengaku secara terbuka tentang orientasi seksualnya. Sekaligus mengadukan perilaku penonton yang melecehkan homoseksualitasnya saat memimpin pertandingan.

Jesus Tomillero, wasit muda yang memimpin laga antara , akhir pekan lalu, diteriaki karena memberikan penalti kepada salah satu  klub.

“Itu wasit homo yang kita lihat di televisi. Hei, kau bisa mencetak gol lewat pantatmu, homo!” kata Tomilerro menirukan suara yang terdengar dari tribun pendukung tim tamu.

Baca Juga  Hesty Hamil tapi Kok Mau 'Klepek-klepek' Sampai Pagi

Tomillero, yang merupakan wasit di kompetisi regional Andalusia untuk kelompok usia di bawah 17 tahun ini, mengeluhkan ketidakpedulian federasi setempat tentang yang terjadi terhadapnya. Ia memutuskan untuk keluar dari sepakbola karena insiden ini.

Baca Juga  Nasib Hesty Klepek Klepek di Ujung Tanduk

“Sangat disesalkan mereka (federasi sepakbola setempat) meminta saya untuk tidak membicarakan hal ini dan bahakan mengancam akan menghukum saya,” kata Tomillero seperti dipetik dari El Pais. “Saya lelah dengan homofobia dalam olahraga.” (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BWS Papua Kembangkan 3.200 hektare Lahan Irigasi yang Bisa Tingkatkan Perekonomian

Arsip

Hebat, Balita Ini Menguasai Tujuh Bahasa

Berita

Facebook Siapkan Fitur Upload Stories dari PC

Arsip

Terkait Pernyataan Calon Bupati BAS “Bagaikan Kodok Dalam Tempurung”

Arsip

iPhone Anda bisa diretas?

Arsip

Ruangan Kasie Pidsus Kejari Subang Ikut Disegel KPK

Arsip

Pembayaran Pokok Utang Dan Bunga Utang Diduga Langgar Aturan Dan Mekanisme APBD

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)