Siantar – Kompasnasional.com
Seorang pasien di Rumah Sakit Vita Insani Kota Siantar, Marlan Sinaga (57), mengeluhkan pelayanan di tempatnya berobat. Warga Jalan Mual Nauli, Siantar Timur ini mengaku dibola-bola saat hendak mendapatkan pelayanan.
Peristiwa bermula sejak dua minggu lalu. Saat itu ia mendapat perawatan di rumah sakit tersebut. Sejak 23 hingga 27 Juni lalu, ia dirawat inap di rumah sakit. Saat itu kepalanya bahkan di-hecting (mendapat jahitan akibat luka, red). Setelah kondisinya baikan, Marlan pun diperbolehkan pulang. Nah, pada Rabu (13/7) lalu, ia kembali datang ke rumah sakit tersebut. Tujuannya adalah untuk membuka hecting di kepalanya.
Sampai di sana, Sinaga kemudian diarahkan ke IGD. Mendapat arahan, ia beranjak menuju IGD rumah sakit itu. Namun sampai di IGD, ia diarahkan ke poli klinik. Saat itu ia mengikuti saja arahan yang disampaikan.
Namun saat sampai di poli klinik, ia malah diarahkan ke bagian pendaftaran. Padahal kondisinya saat itu masih belum pulih.
“Saya sedang sakit dan jalan saja pun sempoyongan. Beruntung saya tak jatuh dan terkapar,” ujar Marlan dengan nada kecewa.
Ia pun mengaku merasa tidak nyaman dengan pelayanan tersebut.
“Parahnya, setelah melewati semua itu, saya malah disuruh menemui pihak asuransi oleh salah seorang staf bernama J Purba,” katanya.
Seperti diketahui, Marlan adalah pasien pengguna asuransi. Dan saat J Purba menyuruhnya itu, kata Marlan, disaksikan juga oleh dokter spesialis saraf dr Indra.
“Padahal sebelumnya kan sudah ada kerjasama antara pihak rumah sakit dengan asuransi. Saya merasa itu bukan urusan saya sebagai pasien,” ujarnya. Dengan pelayanan yang diterimanya, ia merasa diperlakukan seperti sedang di warung tuak. “Seperti di lapo tuak saja, saya diover sana-sini. Inikan rumah sakit, bukan lapo tuak,” tambahnya.
Sementara itu Humas RS Vita Insani Choky Pardede ketika dikonfirmasi di kantornya mengatakan, sesuai dengan mekanisme yang ada di rumah sakit itu, dana perobatan memang harus dibayar di awal, baru dilanjutkan kerjasama dengan pihak asuransi.
Ia juga meminta pihak asuransi lebih aktif dalam menggiring nasabahnya, apabila sakit dan dirujuk ke rumah sakit tersebut.
“Makanya kami minta juga pihak asuransi lebih aktiflah,” ujarnya singkat.(kn-ms-jpnn)








