Home / Internasional

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:53 WIB

32 Tewas, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan Bom di Baghdad

Viewer: 382
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional l Kelompok teroris Negara Islam (IS), dahulu ISIS, mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri ganda di Ibu Kota Irak, Baghdad pada Kamis (21/1/2021). Serangan itu menewaskan setidaknya 32 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Sebuah pernyataan yang diumumkan kantor berita IS, Amaq, mengatakan bahwa sasaran serangan itu adalah Muslim Syian Irak. Klaim IS, yang dibuat melalui akunnya di aplikasi perpesanan Telegram, muncul beberapa jam setelah serangan itu.

Para pembom meledakkan diri di antara kerumunan pembeli di pasar pakaian bekas di Tayaran Square.

Dalam serangan Kamis pagi, pembom pertama bergegas ke pasar dan mengumpulkan kerumunan di sekitarnya dengan mengaku merasa sakit, kata pernyataan kementerian dalam negeri sebagaimana dilansir BBC. Pembom kedua meledakkan dirinya saat yang lain datang untuk membantu para korban.

Baca Juga  Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Para saksi mata mengatakan Tayaran Square sibuk menyusul pelonggaran hampir satu tahun pembatasan terkait virus corona.

“Dia menekan detonator di tangannya. Bom itu segera meledak dan orang-orang tercabik-cabik,” kata seorang pemilik kios kepada kantor berita Reuters.

Serangan bunuh diri mematikan terakhir di Baghdad terjadi di alun-alun yang sama pada Januari 2018, ketika 35 orang tewas.

Itu adalah serangan bunuh diri terbesar di Baghdad selama tiga tahun terakhir. Pemboman bunuh diri menjadi langka di Baghdad sejak ISIS dikalahkan secara militer di wilayah tersebut pada akhir 2017.

Baca Juga  Prajurit TNI Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Republik Kongo

Presiden Irak Barham Saleh memimpin kecaman atas serangan terbaru itu, dengan mengatakan pemerintah akan “berdiri teguh melawan upaya-upaya nakal untuk mengguncang negara kami”.

ISIS pernah menguasai 88.000 km persegi wilayah dari Irak timur hingga Suriah barat dan memberlakukan aturan brutalnya pada hampir delapan juta orang. Terlepas dari kekalahan ISIS di medan perang, sebuah laporan PBB Agustus lalu memperkirakan bahwa lebih dari 10.000 pejuang ISIS tetap aktif di Irak dan Suriah. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Miris, Tunawisma Ini Tinggal di Kantong Sampah Bersama 6 Anjing

Internasional

Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal, Jadi Provokasi Pertama untuk Pemerintahan Joe Biden

Internasional

Tolak Penumpang Buta, Uber Dituntut Bayar Rp 15,95 Miliar

Berita

Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa dan Doakan Para Korban Tsunami Palu

Arsip

Hillary Clinton Kecam Donald Trump

Berita

Foto: Rekor Cuaca Buruk di AS Akibat Pusaran Kutub

Internasional

Polisi Ungkap yang Terjadi dengan Tewasnya Pramugari Cantik di Kamar Hotel

Internasional

Ilmuwan Iran Dibunuh, Rouhani Tuduh Israel Tentara Bayaran