Home / Internasional

Rabu, 26 Mei 2021 - 18:28 WIB

Kasus Covid-19 Turun di India, Pakar Belum Yakin Gelombang Kedua Telah Mencapai Puncak

Viewer: 453
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 54 Detik

Kompasnasional l Kasus infeksi Covid-19 di India mencapai 26 juta kasus, dan menempati posisi kedua tertinggi di dunia di bawah AS. Gelombang kedua pandemi tersebut, telah membuat sistem kesehatan di negara itu kelebihan beban, di mana rumah sakit tak bisa lagi menampung pasien yang terpapar, dan masalah pada obat-obatan serta pasokan oksigen.

Namun diketahui, sejak Senin (24/5/2021) lalu, kasus infeksi Covid-19 di negara itu mengalami penurunan hingga di bawah 200.000 kasus. Ini menjadi yang terendah pertama kalinya sejak 14 April.

Apakah ini menjadi pertanda gelombang kedua infeksi berakhir? Para pakar belum yakin, di tingkat nasional, gelombang ini telah menyusut.

Ekonom kesehatan Dr Rijo M John menjelaskan, dalam tujuh hari berjalan gelombang kasus baru infeksi telah mencapai puncaknya pada 392.000 kasus. Kemudian mengalami penurunan yang stabil dalam dua pekan terakhir.

Baca Juga  Presiden Duterte bakal mundur jika anaknya terbukti korupsi

Meski secara angka nasional, infeksi gelombang kedua Covid-19 di India tampaknya menyusut, hal ini tak berlaku untuk semua negara bagian.

BACA JUGA

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di India Tembus 300.000

Puncak pandemi tampaknya mencapai negara bagian seperti Maharashtra, Delhi dan Chhattisgarh, tetapi masih meningkat di Tamil Nadu, misalnya, seperti di sebagian besar timur laut, dan situasi di Andhra Pradesh dan Benggala Barat yang masih belum jelas.

Jadi menurut Dr John, gelombangnya tidak seragam dan ada beberapa negara bagian yang belum menemukan puncaknya dalam kasus baru harian Covid-19.

“Yang pasti, infeksi turun di sebagian besar kota besar”.

Dr Murad Banaji, seorang pakar matematika di Universitas Middlesex London mengatakan, lemahnya pengawasan kasus infeksi Covid-19 di pedesaan, belum bisa memberi gambaran yang jelas mengenai situasi gelombang kedua pandemi di India.

Baca Juga  Prajurit TNI di Sudan berhasil selamatkan aset PBB dari pencurian

“Ada kemungkinan total penularan secara nasional belum mencapai puncaknya, tetapi angka kasusnya belum terlihat karena penularannya sekarang paling banyak menyebar di daerah pedesaan,” katanya.

Dr. Sitabhra Sinha, seorang ilmuwan di Institut Ilmu Matematika di Chennai menambahkan, heterogenitas seperti itu di tingkat lokal membuat sangat sulit untuk menebak apakah tren penurunan tajam kasus aktif di seluruh India saat ini berkelanjutan atau tidak.

Bhramar Mukherjee, ahli biostatistik Universitas Michigan yang telah melacak pandemi dengan cermat, menambahkan.

“Gagasan bahwa puncak telah berlalu dapat memberikan rasa aman palsu bagi semua orang ketika negara mereka sebenarnya memasuki mode krisis,” katanya. “Kita harus menjelaskan bahwa belum ada negara yang aman.” (BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Enggan Buka Jilbab, Walkot Jerman Pecat Muslimah Ini

Internasional

Ingin memenangkan perang masa depan, ini yang dipersiapkan China

Berita

RI Cari Pasar Ekspor Sawit ke China hingga Uzbekistan

Arsip

Bocah Autis Tewas Dipaksa Berjalan 12 km per Hari

Arsip

Diplomat Cantik Indonesia Berani Kecam Para Pemimpin Negara Pasifik

Internasional

Washington dan New York Ubah Nama Jalan Jadi Black Lives Matter

Internasional

WHO dan UNESCO Tegaskan Peran Jurnalis Dukung Vaksinasi Covid-19

Internasional

Demo Krisis Air Bersih di Iran Ricuh, Satu Polisi Tewas