Viewer: 726
0 0

Home / Berita

Rabu, 7 Oktober 2020 - 22:04 WIB

UMKM Di Kubu Raya Terima Bansos, Bupati Muda: Pencairannya Gratis

Viewer: 727
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 58 Detik

Kompas Nasional.com | Kubu Raya Kalbar – Proses penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kubu Raya bersifat gratis.

Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2020).

Muda menyatakan tidak ada biaya sepeser pun yang harus dikeluarkan oleh pelaku UMKM dalam pengurusan bansos tersebut.

Ia menyampaikan hal itu menangggapi informasi adanya oknum yang mengatasnamakan pemerintah kabupaten yang mengaku dapat membantu pencairan bansos.

Perlu saya tegaskan, bantuan sosial UMKM saat ini sudah mulai diproses pencairannya ke rekening pemohon yang sudah mendaftar di pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten.

Jika ada yang mengetahui keberadaan oknum tersebut di lapangan, saya minta untuk segera dilaporkan ke aparat kepolisian setempat, ujar Muda Mahendrawan.

Muda menerangkan proses penyaluran bantuan didahului verifikasi data pelaku UMKM. Di mana terdapat sekitar 5.300 lebih UMKM yang telah terdaftar.

Baca Juga  Indahnya Berbagi Takjil di Bulan Romadhan Polsek Pontianak Timur Kepada Masyarakat

Dirinya meminta seluruh pelaku UMKM tersebut untuk tidak melayani tawaran dari oknum yang mengaku bisa membantu pencairan.

Agar berhati-hati dan jangan melayani modus penipuan oknum yang mengaku-ngaku membantu mengurus proses pencairan dana bantuan tersebut di bank dengan meminta uang. Karena semua bebas biaya, pesannya. Terkait penyaluran bansos, dari sekitar 5.300 UMKM di Kubu Raya,

Muda menyebut 500 di antaranya telah menerima. Adapun selebihnya masih diproses oleh dinas terkait.

Ia menuturkan semua permohonan dilayani sesuai aturan dan prosedur yang telah ditentukan.

Bahkan dalam satu hari kita melayani ratusan UMKM yang datang untuk mengurus administrasi penerima bansos ini.

Dengan kesigapannya, dinas terkait telah memberikan pelayanan yang baik sehingga tetap membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengurusnya.

Setelah semua data diterima, kita langsung melakukan penginputan dan pengajuan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga  Dinas PMDP2A Humbang Hasundutan, Tidak Tau Sebanyak 85 Orang ASN Diangkat Menjadi Pejabat Kades

Secara terpisah,
Direktur Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Supari mengatakan bansos adalah salah satu cara menyelamatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19. BRI, katanya, memiliki jaringan data UMKM yang dibutuhkan pemerintah.

Ia menjabarkan saat ini ekosistem UMKM terbagi ke dalam empat segmen.

Pertama, pelaku UMKM yang sangat rentan dan perlu dibantu bansos atau banpres produktif.

Kedua, yang hanya bisa bertahan hidup dan jika memiliki pinjaman harus direkstrukturisasi.

Ketiga, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan yang cukup tetapi belum mengembangkan usaha meski sudah menemukan potensi usaha baru.

Dan keempat, pelaku UMKM yang memiliki dana simpanan banyak dan memiliki pinjaman kecil atau tidak sama sekali dan bisa bertahan selama 12 bulan ke depan.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

BARKA Tuding Proyek Jalan Tol Rugikan Negara

Berita

Pidana Menanti Jika Perusahaan Yang Tak Tertib Melaksanakan Operasi Tambang

Berita

Pemuda Pancasila Didampingi BPPH Tapsel Dukung Kejaksaan Dalam Penegakan Hukum

Berita

33 Terpapar Covid 19, Desa Diisolasi di Simalungun
Foto tangkapan layar video seorang pria pamer kemaluan di Padang

Berita

Heboh Aksi Dosen Pamer Kemaluan ke Mahasiswi di Padang

Berita

FRAKSI GOLKAR : SAWAH DI KECAMATAN PAKKAT, PARLILITAN, TARABINTANG COCOK SEBAGAI AREAL PRODUKSI PERKEBUNAN DAN TELAH DILAKUKAN PERHATIAN BERUPA PENYULUHAN DAN PEMBERIAN BIBIT.

Berita

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, S.I.K., Ikuti Upacara Sertijab Kapolri Secara virtual

Berita

DPRD Ingatkan Optimalisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2021