Home / Opini

Senin, 22 Maret 2021 - 13:05 WIB

Ahli Psikologi Ungkap Penyebab Rizieq Shihab Walk Out

Viewer: 364
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengungkap alasan terdakwa Rizieq Shihab walk out atau pergi meninggalkan persidangan virtualnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Menurut Reza, sidang yang digelar tanpa kehadiran terdakwa secara langsung itu memang dapat menghasilkan dampak psikologis yang buruk.

“Terdakwa yang diadili secara virtual juga merasa didehumanisasi dan disconnected. Sehingga mereka lebih sering berteriak dan keluar dari ruang sidang,” ujar Reza kepada Tempo, Senin, 22 Maret 2021.

Reza menjelaskan dampak psikologis kepada terdakwa akibat sidang virtual sering vakum dalam cermatan lembaga dan sarjana hukum. Padahal di negara lain, sidang virtual sudah terbukti memiliki banyak kekurangan.

Ia mencontohkan kriminal yang mengajukan jaminan lewat persidangan jarak jauh, jika dikabulkan, ternyata harus membayar jaminan dengan besaran hampir 100 persen lebih tinggi.

Baca Juga  Lahir di Pesawat, Bayi Dapat Penerbangan Gratis Seumur Hidup

Lainnya, pemeriksaan terhadap saksi pada persidangan virtual cenderung menghasilkan penilaian bahwa saksi kurang cerdas, terlihat kurang menyenangkan, dan kesaksiannya kurang akurat,” kata Reza.

Selain itu, posisi kamera yang menyorot hakim pun berpengaruh terhadap penilaian khalayak terkait wibawa dan kemampuan hakim mengatur jalannya persidangan. Kendala teknologi juga bisa menambah keraguan pihak-pihak di ruang sidang.

Sehingga walk out-nya Rizieq dalam persidangan lalu bukan semata-mata perendahan terhadap lembaga peradilan dan penghinaan terhadap hakim. “Ada kompleksitas psikis yang harus dikelola secermat mungkin. Bukan langsung disimpulkan sebagai kebengalan terdakwa,” kata Reza.

Terdakwa yang tidak hadir tanpa alasan yang sah memang harus dihadirkan secara paksa, namun Reza mengingatkan ada kompleksitas psikis yang harus dikelola secermat mungkin pada persidangan dengan format video conference. Andai diabaikan, konsekuensi buruknya tidak hanya mengena ke terdakwa, tapi bahkan juga ke hakim.

Baca Juga  FKDT Sambut Gembira Penunjukan Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama

Pada sidang Rizieq Shihab Jumat lalu, terdakwa secara terang-terangan menolak menolak sidang pembacaan dakwaan untuknya yang digelar secara virtual. Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu ngotot hadir langsung ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, bukan mengikuti sidang telekonferensi dari Rumah Tahanan Mabes Polri.

“Saya tidak rida dunia akhirat,” kata Rizieq Shihab dalam siaran langsung sidang di Youtube Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat, 19 Maret 2021. Usai mengatakan hal itu, terdakwa perkara kerumunan di Petamburan itu walk out dari sidang virtual tersebut.
(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Komnas HAM Minta Rizieq Ditindak dan Dihukum Secara Adil

Arsip

Tujuh Orang Akan Menyusul Masuk Bui

Opini

Pemprov DKI Keluarkan Rp 1 T untuk Formula E, PDIP: Lebih Baik Buat Vaksin

Opini

Pengacara Djoko Tjandra Bisa Dipidana

Opini

Kapitra Ampera: Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPK

Opini

2024, Indonesia Butuh Pemimpin Kombinasi Bung Karno dan Soeharto

Opini

Pendapat Ahli Soal Kata Evolusi yang Dipakai Abu Janda Hina Pigai

Arsip

Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli