Padangsidimpuan, Kompas Nasional – Tangis Jumisah Nasution (24), istri Lukman Hakim Siregar, korban pembunuhan di Simarsayang, Kel. Bonan Dolok, Kec. Padangsidimpuan (Psp) Utara, Kota Psp, Sumatera Utara (Sumut), tak terbendung ketika melihat para pembunuh suaminya di Mapolres Psp. Sabtu (8/8/2020)
Air mata Jumisan Nasution, warga Pargarutan Julu, Kec. Angkola Timur, Kab. Tapanuli Selatan, Sumut, langsung menetes ketika melihat Langkah ke-empat laki-laki yang diduga pelaku pembunuhan yang dihadirkan di Mapolres Psp.
Sembari menggendong anaknya, perempuan anak tiga tersebut tidak bisa berkata-kata banyak, hanya air mata yang menetes terlihat di pipinya. Didampingi oleh sejumlah keluarga, dia hanya bisa terduduk lemas, disalah satu tempat duduk yang ada di Mapolres Psp.
Tangisnya semakin sedih ketika Kapolres Psp, AKBP Juliania Prihartini,SIK.SH mulai menceritakan kronologis peristiwa pembunuhan tersebut.
Buat Jumisah, Sabtu (02/8/2020), yaitu satu hari sebelum terjadinya pembunuhan, menjadi hari terakhir pertemuan Lukman Hakim Siregar dengan anak istrinya.
Kala itu, Lukman Hakim pamit keluar rumah kepada Jumisah untuk mengantar mertuanya ke Kota Psp.
Perasaan tidak menentu dirasakan Jumisah Nasution ketika suaminya tidak kunjung pulang ke rumah.
Rasa kekhawatiran juga dirasakan oleh anaknya yang paling kecil. ”Saat itu, anak saya yang paling kecil tidak bisa tidur dan menangis,” Ungkapnya.
Tak heran, hampir satu malam Jumisah dan anak yang paling kecil menunggu kepulangan suaminya. Namun, yang ditunggu tak kunjung pulang.
Perasaan Jumisah hancur ketika sejumlah petugas Kepolisian dari Mapolres Psp mendatangi rumahnya guna menyampaikan kabar duka.
Jumisah berharap agar pelaku yang sudah membuat anak-anaknya menjadi yatim agar dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
”Saya juga mengucapkan terima kasih kepada petugas Kepolisian, terutama Kapolres yang sudah mengungkap pelaku pembunuhan,” Ucapnya. (Pascal)







