Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal / Medan / Reviews

Senin, 29 Agustus 2016 - 13:27 WIB

Ini Rincian Pos Anggaran Kementerian Yang Dipangkas Rp 64,7 Triliun

Viewer: 575
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Terduga pelaku serangan pisau di gereja Katolik di Medan, Sumatera Utara mengaku terinspirasi serangan teror di Prancis, kata Kapolres kota Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, Minggu (28/08) malam.

“Dia mengatakan bahwa melihat internet tentang kejadian di Prancis sehingga terinspirasi, namun untuk pendalamannya kita masih menunggu tim penyidik,” kata Mardiaz kepada wartawan di Medan, seperti dilaporkan wartawan Radio KISS FM Medan, Jonris Purba untuk BBC Indonesia.

Penyerang menyamar sebagai jemaat dan ikut misa di Gereja Santo Yosep, Medan, sekitar pukul delapan pagi, Minggu (28/08), sebelum menyalakan benda mirip petasan atau bom sebelum menyerang pastor Albert Pandiangan dengan pisau.

Baca Juga  Menko Luhut Sebut Surat Sri Mulyani Soal PLN Hanya Pengingat

Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Nur Falah, Minggu (28/08) siang, mengatakan, terduga pelaku juga mengaku “disuruh oleh seseorang.”

Namun demikian, lanjutnya, terduga pelaku yang berinisial IAH belum menjelaskan siapa orang yang menyuruh aksi serangan tersebut. “Pelaku masih bungkam,” tambah Nur Falah.

Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS setelah menemukan simbol kelompok tersebut di dalam dompet terduga pelaku serangan.

Terduga Pelaku Serangan di Gereja Medan Terinspirasi Teror Prancis

Barang Bukti

“Kita belum bisa menyimpulkan (kemungkinan keterkaitan dengan ISIS),” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif pelaku dalam serangan tersebut, apakah murni peorangan atau melibatkan jaringan.

Baca Juga  Cerita Perajin Jamu Diduga Jadi Mesin Uang Oknum Perwira Polisi, Total Serahkan Rp 7 Miliar

“Apakah ini perorangan yang disebut lone wolf, artinya dia mengunggah website-website internet, (lalu) chatting, yang radikal, kemudian dia melakukan aksi sendiri, tanpa ada jaringan atau orang yang menyuruh,” kata Tito kepada wartawan di kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (28/08).

“Atau, dia bagian dari jaringan. Ini yang sedang kita selidiki. Tim dari Polda, Mabes, sudah kumpul di sana (Medan),” tambah Tito.

Ditanya barang bukti apa saja yang disita dari rumah tersangka, Kapolres kota Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, pihaknya menemukan kabel, korek api, buku-buku terkait robotik (bcc|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Pelaku Mobil Bergoyang di Samping Kantor Gubernur Riau Nyaris Tabrak Satpol-PP

Arsip

7 Siswa SD Yang Ditusuk di NTT Alami Trauma Berat

Arsip

Pria Bule Kena PHP Pacar Online, 10 Hari Terdampar Di Bandara China

Berita

KTP hingga Tas Penumpang Kapal Tenggelam Ditemukan di Danau Toba
12 Rumah Sakit di Jawa dan Sumatera Gunakan Vaksin Palsu-kompasnasional

Arsip

12 Rumah Sakit di Jawa dan Sumatera Gunakan Vaksin Palsu
KPK Periksa Wagirin Arman dan Guru Besar Unimed-kompasnasional

Arsip

KPK Periksa Wagirin Arman dan Guru Besar Unimed

Kriminal

Ulah Calo Tiket ‘Nyambi’ Jual Surat Palsu Bebas Covid-19 di Bandara Pekanbaru

Arsip

Ikan Arwana Senilai Rp 1,9 Miliar Gagal Diselundupkan