Home / Ekonomi

Rabu, 17 Februari 2021 - 19:16 WIB

Susi Ngetwit soal Utang RI, Stafsus Sri Mulyani Membalas

Viewer: 484
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Kompasnasional l Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti berbalas cuitan dengan Stafsus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo. Perdebatan ini berawal dari cuitan Susi soal utang luar negeri di Indonesia.
Awalnya Susi memposting tautan berita sebuah media online nasional soal utang luar negeri di akun Twitternya @susipudjiastuti. Berita itu menyinggung soal utang luar negeri yang mencapai Rp 5.803 triliun dikaitkan dengan janji kampanye Presiden Joko Widodo untuk menekan utang pemerintah.

Susi memposting tautan tersebut tanpa penjelasan sedikit pun dalam cuitannya, hal itu dilakukan Susi pada Selasa kemarin, Rabu (16/2/2021).

Kemudian, Yustinus Prastowo membalas cuitan Susi tersebut. Yustinus mengungkapkan bahwa sebetulnya utang pemerintah hanya Rp 2.970 triliun dari total utang luar negeri di Indonesia yang mencapai Rp 5.803 triliun.

Baca Juga  Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Yustinus mengatakan jumlah total utang luar negeri tersebut merupakan penggabungan dari utang pemerintah dan swasta.

“Bu @susipudjiastuti ysh, ijin meluruskan utk pemahaman publik saja. Total ULN Rp 5. 803 T ini utang pemerintah dan swasta. ULN Pemerintah sendiri Rp 2.907 T. Kenapa oleh @kompascom semua diframing ke Jokowi? Ini yg saya maksud, bahwa perlu dicermati kl retweet tanpa cerita,” cuit Yustinus pada akun pribadinya, @prastow pada Rabu (17/2/2021).

Di sisi lain, Yustinus juga menyinggung Susi yang merupakan salah satu bagian dari pemerintahan yang dimulai sejak 2014. Menurutnya utang pemerintah juga digunakan Susi untuk pembiayaan di Kementerian Kelautan dan Perikanan saat Susi menjabat.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Jadi Rp950 Ribu per Gram

Susi pun membalas komentar dari Yustinus. Menurut Susi justru artikel yang dia sebarkan merupakan berita yang positif bagi pemerintah. Di dalamnya juga dijelaskan dengan cukup jelas dan baik soal rincian utang luar negeri pemerintah.

“Pak Prastowo, artikel kompas diatas justru positif .. dan menurut saya cukup jelas dan baik. Tidak perlu lagi saya mengomentari. Tapi ada kawan2 yg brp hr ini memang antipati sm saya gara2 cuitan unfollow hate speech .. semua shared saya sudah dianggap negatif,” ungkap Susi,” kata Susi.

ULN Pemerintah tumbuh hingga mencapai US$ 206,4 miliar meningkat 3,3% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan III-2020 yang sebesar 1,6% (yoy). ( DF/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemprov Sumut dan DJP Sediakan Pelayanan Lapor Pajak Melalui e-Filing

Berita

Rupiah Keok Nyaris Sentuh Rp15.650 per Dolar AS

Ekonomi

How One Furniture Manufacturer Goes ‘Beyond Sustainability’

Ekonomi

Singapura Kini Resesi karena Corona, Terburuk Sejak 1965

Ekonomi

Robinsons Tutup, Kondisi Ritel Indonesia Bisa Hidup tapi Berat

Ekonomi

Bakal Buka Usai 3 Bulan Tutup Akibat Pandemi, Mal Diingatkan Tak Jual Barang Rusak

Arsip

Nilai Tukar Rupiah Bergerak Stagnan di Rp 13.300-an Per USD

Arsip

Nilai Tukar Rupiah Merosot ke Level Rp 13.128 Per USD