Viewer: 907
0 0

Home / Berita / Ekonomi / Headline News / Nasional

Jumat, 28 Februari 2020 - 18:44 WIB

Banjir Jakarta Bikin Perputaran Uang Rp 57 M per Hari di Pusat Bisnis Terhenti

Mobil derek Dishub melewati banjir di Kelapa Gading. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Mobil derek Dishub melewati banjir di Kelapa Gading. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Viewer: 908
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

 Berbagai wilayah di DKI Jakarta terendam banjir pada Selasa, (25/2) karena hujan deras yang mengguyur ibu kota. Dari rentetan banjir sejak awal tahun, baru kemarin banjir besar terjadi di hari kerja. Banjir di hari kerja tersebut juga membuat toko-toko tutup. Sehingga transaksi keuangan di pusat-pusat bisnis terganggu. “Total kerugian transaksi pusat bisnis lebih kurang segini cukup relatif kecil Rp 57 miliar, tidak besar dampaknya ke inflasi,” kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sarman Simanjorang di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (28/2). Sarman menjelaskan, total kerugian tersebut hanya di satu bidang saja, belum termasuk sektor lain seperti transportasi. Angka Rp 57 miliar itu terbagi dari sektor bisnis seperti kios, toko ritel, pasar tradisional, sampai restoran. Sarman mencontohkan di bidang restoran ada sekitar 3.957 outlet restoran di DKI Jakarta dengan penurunan omzet rata-rata 50 persen. Apabila transaksi keuangan setiap restoran minimal Rp 1 juta atau omzet Rp 1 juta, maka total taksiran kerugian transaksi di restoran saat sehari banjir mencapai Rp 1,978 miliar.  “Di pasar tradisonal ada 20 pasar tradisional terdampak dengan 5.000 kios, pasar tradisional itu tutup 50 persen. Tapi beda dengan yang (banjir) tanggal 1 Januari banyak juga yang korban karena enggak ada antisipasi tapi kemarin praktis enggak. Dari transaksi menurun,” ungkap Sarman. Lebih lanjut, Sarman mengakui memang banyak sektor yang terdampak karena adanya banjir di hari aktif kemarin. Masyarakat yang semula ingin beraktivitas keluar rumah harus batal. Sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi perputaran uang di hari itu. “Kalau banjir di Jakarta gigit jari langsung. Secara psikologis enggak keluar rumah, mau makan siang ke restoran udah enggak jadi, jadi di rumah aja deh. Jadi berdampak juga, walaupun rumah tidak kena banjir tapi kena macet di mana-mana malas keluar rumah,” tutur Sarman.(Kumparan/aw)

Baca Juga  Lions Clubs Golden Estate Berbagi Kasih Idul Fitri Untuk Gelandangan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

DPC LPP Tipikor RI Kabupaten Paluta Minta Polisi Pertegas Penangkapan Truk Bermuatan Kayu Diduga Ilegal

Berita

Forkofimda Se- Tabagsel Peringati HUT TNI Ke 76 Secara Virtual

Berita

Kian Banyak Pejabat Pemprov Sumut ‘Dibersihkan’ Gubsu Bobby Nasution

Arsip

Yakin Jessica Tak Bunuh Mirna, Amir Ngaku Dapat Bisikan Paranormal

Berita

Pimpin Anev Kinerja Jajaran, Penekanan Kapolres Ketapang Percepat Vaksinasi Serta Ajak Personilnya Niatkan Tugas Sebagai Ibadah

Berita

Pasca Laka Maut di Simalungun TAA Polda Sumut: Truk Tidak Layak Jalan, Sopir Jadi Tersangka

Arsip

Pungli, Petinggi Pelindo III Terima Setoran Rp 6 Miliar Saban Bulan

Berita

Tingkatkan Kerjasama, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Balasan Gubernur Kalbar