Viewer: 578
0 0

Home / Nasional

Senin, 21 Desember 2020 - 19:16 WIB

Staf Kedubes Jerman Kunjungi Markas FPI, TB Hasanuddin: Gunakan Etika Berdiplomasi

Viewer: 579
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 13 Detik

Kompasnasional l Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menyesalkan kedatangan staf Kedutaan Besar Jerman ke markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Jalan Petamburan, Jakarta Pusat.

Menurut Hasanuddin, seharusnya Jerman menghormati dan memiliki etika dalam berdiplomasi.

“Saya mendapat informasi adanya kunjungan staf Kedubes Jerman mendatangi markas FPI. Negara dalam hal ini Kementerian Luar Negeri harus protes keras dan menyerukan pihak Kedubes mengikuti aturan internasional agar tidak ikut campur urusan dalam negeri sekecil apapun. Itu etika berdiplomasi secara sopan dan beretika,” kata Hasanuddin saat dihubungi wartawan, Senin (21/12/2020).

Baca Juga  Lions Club Golden Estate Berbagi Kasih Natal Hadiahkan Hunian Layak Bagi Anak Panti Asuhan

Hasanuddin mengapresiasi sikap Kemenlu RI yang langsung memanggil Kepala Perwakilan Kedutaan Jerman di Jakarta untuk meminta klarifikasi atas tindakan tersebut.

Menurutnya, sudah semestinya Kemenlu RI menuntut agar Kedutaan Besar Jerman memberikan pernyataan resmi kepada publik.

“Memang sudah ada penjelasan dari Kedubes Jerman bahwa tidak ada dukungan terhadap ormas tertentu di Indonesia dan berkomitmen untuk bersama melawan intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian,” ucapnya.

Namun, harus ditekankan bahwa tindakan Kedubes asing di Indonesia itu harus dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Jangan sampai ada udang di balik batu,” imbuhnya.

Baca Juga  Ini Tanggapan Kemenkum HAM Soal Sel Mewah Setya Novanto

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana juga mendesak Duta Besar Jerman untuk Indonesia untuk segera memulangkan pegawai kedubes yang telah bertindak secara ceroboh datang ke Markas Front Pembela Islam (FPI).

Sebaiknya Dubes Jerman segera memulangkan pegawai kedubes yang telah bertindak secara ceroboh. Ini untuk mencegah rusaknya hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman, ujar Hikmahanto Juwana kepada Wartawan Senin (21/12/2020). (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

BPOM Terbitkan PPUK Ivermectin Sebagai Obat COVID-19

Berita

TNI AL Temukan CVR Lion Air JT-610 di Kedalaman 38 Meter

Arsip

Harga Rkok Naik, Edies Adelia Minta Para Pria Agar Tidak Heboh

Arsip

Ngaku Anggota TNI Pangkat Lettu, Pria Ini Tipu Warga Rp 85 Juta

Berita

KWRI Ikut Membantu Lahirnya UU No.40 Tentang Pers
Ket:foto//Dari kiri kekanan, Bendahara Umum DPP SBSI 1992 Pusat Vindra, ketiga dari kiri Ketua umum DPP SBSI 1992 Gunawan dan yang paling kanan Ketua bidang Litbang DPP SBSI 1992 Pusat Darmawan Yusuf, SH, SE,M.Pd,MH

Berita

SBSI 1992 Darmawan Yusuf :Tak Semua Organisasi Buruh Gelar Aksi Turun ke Jalan saat May Day 2021

Nasional

Bamsoet: PPHN Dibutuhkan Sebagai Pedoman Arah Pembangunan Bangsa

Arsip

Mendesak KPK dan MKD segera memproses Setya Novanto