Home / Berita

Senin, 25 Juli 2022 - 16:24 WIB

SMA/SMK Cabdis Siantar Siap Laksanakan Kurikulum Merdeka Belajar

Viewer: 322
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 2 Detik

Kompas Nasional l PEMATANG SIANTAR-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat diimplementasikan secara merata pada tiap satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai ke tingkat Perguruan Tinggi. 

Kurikulum Merdeka sendiri disusun dengan memperhatikan bagaimana pengaplikasiannya di masing-masing jenjang pendidikan. Ada beberapa hal penting yang menjadi sorotan. Salah satunya adalah penghapusan Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Nasional (AN). 

Untuk itu SMA/SMK di wilayah Cabang Dinas (Cabdis) Siantar siap menerapkan kurikulum merdeka belajar tersebut.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Siantar, James Andohar Siahaan menyebutkan bahwa timnya saat ini sedang bergerak dan sedang membentuk seluruh sekolah yang berada dibawah naungan Cabdis Siantar menjadi 8 Zona. 

“Kami akan melaksanakan kegiatan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini di tiap-tiap sekolah yang berada dibawah naungan Cabdis Siantar. Maka kami akan membentuk 8 zona, yang nanti bisa mempermudah dalam sosialisasi IKM,” katanya ketika akan melakukan pembentukan tim IKM di salah satu SMA Negeri di Kota Pematangsiantar, Sabtu (23/7/22).

Baca Juga  KUNKER 2 HARI RESMIKAN JEMBATAN NIKSON - SARLANDY DI DUSUN SIMARSALAON, DESA PERTENGAHAN PARMONANGAN

Dia juga menyebut bahwa pihaknya sedang melakukan penandatanganan surat keputusan (SK) tim. Penandatanganan SK tersebut menurutnya cukup lama dimana satu sekolah saja membutuhkan dua hari dan mempelajari produk modul yang dikirim Kemendikburistek. 

“Minimal ada 8 jam, waktu yang diperlukan untuk bimbingan teknis terhadap guru – guru. Itu makanya, kami menyusunnya harus lebih hati-hati, karena tenaga narasumber kita hanya berjumlah 14 orang saja, sementara cabang Dinas ini menyangkut dua kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar, sekitar 160 sekolah yang ikutan,” jelas James. 

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) merupakan jantung dalam pelaksanaan program Sekolah Penggerak, sebagai salah satu bukti adanya perubahan di satuan pendidikan. Maka dari itu, James menyebut, pihaknya untuk seminggu ini masih menggodok tim IKM terlebih dahulu. 

Baca Juga  Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Menerima Kunjungan Wakil Komandan PGK Polis Diraja Malaysia Sarawak

Pemerintah membuat Kurikulum Merdeka menjadi opsi tambahan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kemendikbud juga akan melakukan pengkajian ulang pada tahun 2024 mendatang. 

“Itu sebabnya, Kurikulum ini memang tidak dipaksakan untuk secara sekaligus diterapkan oleh seluruh sekolah mengingat bahwa kesiapan sekolah tentu berbeda-beda. Secara bertahap Kurikulum Merdeka diharapkan dapat diimplementasikan merata di tahun 2024 nanti,” ujarnya. 

Selanjutnya, kata James, melakukan IKM ini akan dibuat pemetaan terhadap sekolah – sekolah yang sudah siap atau belum sama sekali bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini. Pemerintah masih memberi space waktu hingga 2024.

“Kekhawatiran kami pada sekolah – sekolah swasta yang cakupannya kecil. Tetapi kalau untuk sekolah negeri, harapan kami semua sudah bisa melaksanakan IKM pada tahun ini,”tutupnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Tapsel Sosialisasikan Pendisplinan AKB

Berita

Bupati Halsel Resmi 12 Unit Tempat Pengolahan Kopra Putih

Berita

Hingga Malam, Tim Mobile Vaksinasi Covid-19 Kodim 1206/Psb Terus Berikan Layanan Vaksin

Berita

SBY dan Menag Hadiri Peringatan 50 Tahun Ponpes Daar El-Qolam Banten

Berita

Bupati Mempawah Hadiri Rakor Evaluasi Perkembangan dan Penanganan COVID-19

Berita

Wawako Buka Acara Program Pendataan Keluarga Tahun 2021 Kota Psp

Arsip

BNPT Bersyukur Umar Patek Mau Jadi Mediator Bebaskan 10 WNI

Berita

PPKM Level IV Mulai Diterapkan, Kota Pematangsiantar Lengang Bagaikan Kota mati