Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-PT. PLN UP3 Pematangsiantar menggelar simulasi tanggap darurat Obvitnas (Objek vital nasional) dari ancaman Bom dan teror di halaman PLN UP3 Pematangsiantar. Jalan Kapten MH. Sitorus kota Pematangsiantar. Kamis (16/9/21) sekitar pukul 13.30 Wib
Dalam hal ini PT. PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar menunjukkan kesiapan mengamankan objek vital nasional (Obvitnas) Gas Insulated switchgear (GIS) dan area control center (ACC). Kesiapan ditunjukkan pada kegiatan Simulasi tanggap darurat sistem manajemen pengamanan Obvitnas yang meliputi kegiatan penanggulangan tindak kriminal, ancaman bom, ancaman terorisme dan huru hara dikawasan PLN UP3 Pematangsiantar.
PLN UP3 Pematangsiantar wajib mencegah timbulnya potensi darurat yang mungkin terjadi sehingga tindakan pengamanan yang disimulasikan secara rutin dilakukan setiap tahunya. Sesuai peraturan kapolri No. 24 tahun 2007 tentang Sistem manajemen pengamanan organisasi perusahaan atau lembaga PLN wajib mencegah timbulnya terjadi darurat. Kegitan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya.
Manager PLN UP3 Pematangsiantar Joy Mart S. Sihaloho melalui Pejabat K3LH (kesehatan, keselamatan, kerja dan lingkungan hidup) Wahyuni Sinambela mengatakan, bahwa kegiatan simulasi ini dilakukan untuk mengatasi apabila terjadi bencana serta anti teror bom. Simulasi ini dilakukan sebagai ajang pelatihan yang bertujuan untuk menguji, mengevaluasi dan mengetahui serta memahami kondisi darurat.
Jadi, ada beberapa simulasi dilaksanakan yakni latihan tanggap darurat gempa bumi, latihan evakuasi, tanggap darurat huru hara, tanggap darurat kriminal, teroris serta ancaman bom” ujarnya

Tindakan tersebut sejalan dengan PP. No. 77 tahun 2019 tentang pencegahan tindak pidana terorisme dan perlindungan terhadap penyidik, penuntut umum, hakim dan petugas pemasyarakatan.
Dalam simulasi sekurity dilatih untuk mencegah teror yang mungkin akan terjadi serta menemukan benda-benda yang mencurigakan serta bagaimana dalam penanganannya. Acara simulasi dinilai sudah baik tetapi terus untuk ditingkatkan.
Pada simulasi terjadi gelombang pengunjuk rasa dari perwakilan pengusaha dan kelompok masyarakat didepan kantor PLN, Serta ancaman dan gangguan keamanan Obvitnas GIS waru dan ACC maka petugas satuan pengamanan sigap menangkap pelaku teror atau mencuri peralatan dan segera melaporkan kepada pejabat yang berwenang. Kemudian dilaporkan kepada polisi, untuk diteruskan pada tim anti teror Brimob Polda Sumut.
“Latihan ini memantapkan tata kerja dan SOP, serta membantu sistem pengamanan swakarsa serta membantu tugas kepolisian pada kawasan Obvitnas”.pungkas Wahyuni Sinambela.
Toni Tambunan.







