Home / Berita

Kamis, 18 November 2021 - 08:58 WIB

Balada Orang-Orang Kalah “Sejak Nuku Pergi”

Viewer: 703
3 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik
Dino Umahuk, Sastrawan Maluku Utara

Balada Orang-Orang Kalah

Sudah seratus tahun lebih sejak Nuku pergi
tidak ada lagi laki-laki perkasa yang angkat senjata,
Semua kita menjadi jelata menghamba pada jakarta. Tanah air penuh air mata, dimana-mana

Tanah air telah diminta. Waktu soekarno datang deng hatta katong kasih jua
Lalu para sultan mati merana

Seribu ton kopra katong kasih jua
Lalu sekarang tak punya harga

Kini tanah katong seng punya
sebab habis dijual penguasa
Anak cucu menunggu binasa, air mata dimana-mana

Dimana Kini Tuan Bertahta
“Kepada Yang Mulia Sultan Tidore”

Coba bentangkan peta indonesia lalu bentangkan pula peta maluku, Maka dari tanjung sopi sampai kisar, itu sepertiga wilayah indonesia.

Tarik sedikit garis sejarah lalu hamparkan di atas kekinian indonesia, Maka dari donggala, bima, alor sampai papua adalah tanah air kita. Bahkan timor leste yang kini merdeka pernah juga ada sangaji disana.

Baca Juga  Hj.Sri Siti Haslindar: Banyak Sekolah Yang Butuh Perhatian Pembangunan

Siapa islamkan arung palakka dengan gelar sultan saaduddin ? Permaisuri dari kie raha jua yang melahirkan raja-raja mereka, ake santosa saksi cerita.

Ketika Indonesia muda butuh wilayah dengan hati rela kita kasih jua, Meski ibu kota lalu menjadi desa. Meski sultan ternate mati merana.

Ketika republik muda tiada berpunya, seribu ton kopra kita kirim jua lalu kini tiada berharga.

Morotai dan kao juga aru kita kasih jua biar bisa rebut papua dari tangan belanda. Lalu kini tiada bernama.

Kita kini halaman belakang nusantara padahal dahulu para raja eropa berebut sengketa membelah dunia menjadi dua. Tordesilas tipu daya penuh muslihat.

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan, Babinsa Kel. Kantor, Kodim 1203/Ktp Bersama Satgas RT Tangguh Bagikan Masker Kepada Warga.

Abad berlalu, waktu melalu, lalu segala binasa dalam sengketa di tanah air yang tak lagi kita punya, Cuma nama dan bendera-bendera, dimana kini para sultan bertahta?

Apa makna kadera di senayan sana bila tanah air dalam petaka, bila rakyat hidup merana. Cinta kita tiada sama di dada garuda, sebab ia masih saja membuang muka, kepada siapa tuan menuntut bela kalau tidak kepada baginda

Cukup sudah duka lara, selesai sudah derita yang lama, kepada tuan kami datang menuntut bela.

Batavia 21 November 2018

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Hadir Pengukuhan Dewan Penasehat dan Dewan Pengurus Ikatan Alumni ITB Kalbar

Berita

SAT-LANTAS POLRES TOBA AKTIF IMBAU MASYARAKAT IKUTI PROKES COVID-19

Berita

Kapolres Pematang Siantar Pimpin Upacara Sertijab Kapolsek Siantar Barat

Berita

Talk Show Dit Lantas Polda Kalbar Tentang ETLE

Berita

Pangdam XII/Tpr Terima Hasil Pemeriksaan Post Audit Itjenad*

Berita

Wagub Ria Norsan Harap Porum Pembauran Kebangsaan Kalbar Bersinergi Dalam Menjaga Persatuan

Asahan

Technical Meeting Persiapan Selekab PRSI Asahan

Berita

Saat Anies dan Ganjar Kompak Minta MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran, tapi Yusril Nilai Terlambat…