Home / Arsip / Arsip 2016 / Olahraga

Jumat, 8 April 2016 - 10:27 WIB

Semua Tim F1 menolak sistem kualifikasi baru

Viewer: 481
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 0 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

Semua tim Formula 1 sudah menyampaikan pendapat kepada para pimpinan balapan motor itu agar kembali ke sistem kualifikasi tahun 2015.

Seruan ke-11 tim itu disampaikan di tengah-tengah berlanjutnya kritik atas sistem kualifikasi yang baru untuk musim 2016, baik itu dari pembalap, tim, petugas, maupun para pendukung.

Presiden FIA, Jean Todt, dan bos komersial, Bernie Ecclestone, ingin menerapkan format yang mencakup kombinasi dua catatan waktu terbaik untuk satu putaran.

Baca Juga  Gagal Bebaskan 10 WNI,18 Pasukan Elite Tewas Ditembaki Teroris Abu Sayyaf

Perubahan kualifikasi ini ditempuh karena Ecclestone ingin ‘meramaikan’ balapan, yang menurutnya menjadi amat mudah ditebak.

Bagaimanapun, sistem baru -yang sempat disepakati tim- tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Setelah balapan pembuka musim ini di Australia, semua tim sepakat untuk kembali ke sistem kualifikasi 2015 namun Todt menutup kemungkinan itu.

Para tim F1 tidak menyerah dan kembali menyampaikan usulan itu dalam pertemuan saat Grand Prix Bahrain, Minggu 3 April lalu.

Baca Juga  Tebing 12 Meter di Jatiluhur Longsor, 8 Rumah Rusak Tertimpa

Todt dan Ecclestone tidak setuju dan malah menawarkan sistem yang agak berbeda.

Tim tetap tidak senang dan menulis surat dengan mengajukan alasan bahwa F1 sebaiknya kembali ke sistem tahun 2015.

Dengan sistem lama, kualifikasi terdiri dari tiga tahapan dengan tahap pertama dan kedua akan menyingkirkan enam pembalap terlambat dengan 10 pembalap bertarung di tahap ketiga untuk mencatat waktu tercepat.(kn/tbns)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Donald Trump Terancam Dicekal di Filipina

Arsip

Pantang Tak Top! Farhat Abbas Dukung Saipul Jamil Dikebiri

Arsip

Jalan Rawe Rutung Sampai Pajak Pagi Rusak Parah

Arsip

Tanggapan DJP Soal Keluhan Pajak Penulis Tere Liye

Arsip

Gas Tawa Tertukar dengan Oksigen, Bayi di Sydney Meninggal

Arsip

SPBU Curang Bisa Kantongi Rp3 Miliar, Begini Modusnya

Arsip

Printerous Moments App, Aplikasi Photo Printing Pertama di Indonesia

Arsip

Ahok Usul Sylvi Praperadilan Jika Curiga Kasus Dana Hibah Politis