Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Selasa, 9 Agustus 2016 - 10:56 WIB

Donald Trump Terancam Dicekal di Filipina

Viewer: 534
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Seorang anggota parlemen Filipina berusaha untuk secara permanen melarang calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump mengunjungi negara itu, menyusul pernyataan Trump yang menyebut Filipina sebagai salah satu “negara teroris.”

Trump tidak memiliki bisnis utama di Filipina, tetapi pengembang Century Properties Group Inc tengah membangun Trump Tower di Filipina senilai US$150juta. Gedung itu dibangun di bawah lisensi dari taipan real-estate AS itu.

Dalam RUU yang diajukan di parlemen Filipina, pejabat Kongres Joey Salceda menyatakan, “Tidak ada dasar layak atau pembenaran yang wajar dengan label Filipina sebagai ‘negara teroris’ atau warga [Filipina] menjadi kuda Trojan.”

Baca Juga  Polisi Berhasil Tangkap Karyawan PT Capella Medan yang Gelapkan Rp43 Juta uang Perusahaan

Salceda mengacu pada komentar Trump di sebuah kampanyenya pada Kamis (4/8) di Portland, Maine, di mana Trump kembali menyinggung imigran.

“Kami membiarkan orang-orang datang dari negara-negara teroris. Itu seharusnya tidak diperbolehkan karena Anda tidak bisa memprediksi mereka. Tidak ada cara untuk memeriksa mereka, Anda tidak tahu siapa mereka. Ini bisa menjadi kuda Trojan besar sepanjang masa,” kata Trump dalam pidato yang direkam dan diunggah ke YouTube.

“Seorang imigran dari Afghanistan yang kemudian mengajukan suaka AS dan menerima kewarganegaraan AS, seorang penduduk tetap yang ilegal dari Filipina yang bergabung dengan Al-Qaidah dan Taliban untuk membunuh sebanyak mungkin orang Amerika,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Senin (8/8).

Baca Juga  24 Oktober 2017, transaksi non-tunai di jalan tol capai 91 persen

Warga keturunan Filipina yang tinggal di AS berjumlah sekitar 4 juta orang, yang membentuk populasi Asia terbesar kedua di Amerika, menurut Salceda, mengutip data dari Departemen Luar Negeri AS.

Trump selama ini kerap meluncurkan komentar kontroversial soal imigran dan warga Muslim. Salah satu janji Trump dalam kampanyenya adalah membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko untuk mencegah imigran ilegal dan melarang umat Muslim memasuki AS (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lions Club Medan Golden Estate dan Pascasarjana UMSU Gelar Bakti Sosial Donor Darah, Cek Gula Darah dan Pemeriksaan THT
Semoga Diterima di Sisi TYME Ito Nurmala Panjaitan-kompasnasional

Arsip

Semoga Diterima di Sisi TYME Ito Nurmala Panjaitan

Arsip

Blackberry DTEK50 (Neon) Akan Meluncur Pada Agustus Mendatang, Ini Spesifikasinya!

Arsip

Nazar 40 Hari Berhijab, Adik Ayu Ting Ting Diprotes Netizen

Arsip

Ingin Ledakkan Gedung Putih, Madonna Akan Diperiksa Secret Service

Berita

Oknum KUA Labuhan Deli Tertangkap OTT
Ini Dia Pembunuh Pemuda yang Baru Lulus Sarjana -kompasnasional

Arsip

Ini Dia Pembunuh Pemuda yang Baru Lulus Sarjana

Arsip

Lebih dari 50 Orang Tewas Tersambar Petir di India