Tebing setinggi 12 meter di Desa Cinangka, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat longsor dan menimpa rumah warga. Kamis (15/9) dini hari.
Dari delapan rumah warga yang tertimpa, dua rumah rusak berat dan nyaris rata dengan tanah sedangkan enam rumah lainnya rusak ringan.
Dari keterangan warga, longsor terjadi setelah wilayah itu dua kali diguyur hujan lebat. Kemudian tebing yang tak jauh dari permukiman, longsor dan merusak pagar pembatas yang dibangun pengembang perumahan.
“Longsor terjadi diakibatkan hujan yang tiada henti sebanyak dua kali turun, di lanjutkan dengan robohnya tembok pembatas antara perumahan Manggala dengan rumah warga,” kata Kabid Damkar Purwakarta, Helmi.
Setelah tembok pembatas antara permukiman dan perumahan sepanjang 100 meter jebol, material yang terbawa longsor kemudian masuk ke permukiman. Selanjutnya menimpa rumah warga.
“jadi perumahan itu membangun benteng setinggi sebelas meter, tapi tidak ada saluran pembuangan air. Jadi begitu hujan dia menampung air dan nampung material lainnya berikut pasir. Kemudian tembok jebol akhirnya tanah itu turun ke rumah warga,” tambah Helmi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, sementara pihak Kepolisian memasang garis polisi agar warga tidak mendekati lokasi longsor dan rumah yang tertimpa.
“Warga korban longsor saat ini sudah mengungsi ke kerabat dan bangunan madrasah yang tidak jauh dari pemukiman,” jelas Helmi (mdk|dwk)







